Babak tigabelas

Banyak mereka berkata-kata, Saudara, maksud saya bermain dengan kata-kata. Dan biasanya untuk menunjukkan perasaan mereka dan ide-ide, mereka ingin semua orang tahu dengan ungkapan perasaan dan gagasan pikiran mereka itu. Yang sekarang menjadi permasalahan adalah, bagaimana kita bisa lebih ‘bermain-main’, kau tahu maksud yang sedang saya utarakan ini, sehingga kita tidak terlindas begitu saja, Saudara.

Tidak, aku bukan sedang berbicara seperti menghadapi lawan yang tangguh, hanya saja memang seperti ini lah nada dan irama yang akan keluar dari mulut kalau jiwa-jiwa kesadaran ini datang. Oh, benar sekali kata Dostoyevski, terlalu sadar itu memang tidak baik, dan bisa-bisa menjadi penyakit yang terus bersarang di dalam diri kita, yang perlahan menggerogoti kestabilan hidup yang kita punya. Kau tahu, kesadaran itu merenggut hak kebebasan[1].

Jadi memang tidak salah juga kalau kita katakan bahwa gila itu menguntungkan. Karena kalau kita gila, kebebasan alam pikiran kita lebih luas, tidak terkungkung oleh tuntutan-tuntutan kehidupan. Dan wajar-wajar saja kalau orang-orang pintar itu gila.

Oh, jangan kau membuat saya marah, Saudara! Sedari tadi saya berbicara tentang dunia kita yang berbeda itu. Ingat lah, saya pernah bercerita tentang kangguru-kangguru yang saya lihat di suatu kotak. Tidak, tidak, setan tidak melihatnya. Saya melihat melalui imajinasi saja, imajinasi kotak, tentu saja. Bincang-bincang menjadi media penghantar ke imajinasi itu. Akan tetapi dia tidak mau melanjutkan percakapan, mungkin malu karena tidak bisa melihat kangguru. Padahal, dia sudah berada di daratan tempat masyarakat imigran bermukim, yang tampangnya mirip orang-orang Barat, dataran itu terletak di bagian subtropis bumi ini. Kalau pribumi, ya, berkulit hitam. Dari jaman dahulu hingga sekarang, orang-orang Barat selalu menganggap pribumi itu sebagai manusia-manusia setan. Sekarang kau sudah tahu, bukan, siapa yang sesungguhnya setan? Bukan, saya bukan menuduh orang Barat. Kau pikir sendiri saja siapa yang sebenarnya setan di antara kita. Kau bisa melihatnya di dunia setan.

Ya, kau boleh tertawa, Saudara. Tertawalah!

Ingatlah tentang rumus yang jitu itu, Saudara, yang pernah saya utarakan kepada kalian melalui permainan kata! Ya, saya hanya berani mengatakannya sebagai permainan kata, karena saya bukan Kartini yang begitu berani mendeklarasikan dirinya sebagai seorang intelektual yang penuh semangat keberanian. Saya tidak memiliki obesesi untuk menguasai tiga perempat dunia. Cukup kau saja yang tahu, Saudara! Ya, terserah paham dirimu jika menganggap saya sedang marah. Bukankah saya adalah orang yang paling sopan karena saya adalah saya?

Baiklah, saya akui saya sedang marah.

Mungkin permainan kata ini akan mengingatkanmu tentang cerita kangguru itu, yang pernah mendapat puji-pujian di dunia setan. Ah, jangan kau memperlihatkan tampang begitu. Akui sajalah bahwa memang banyak di antara mereka yang menyanjung permainan kata tempo hari. Bukanlah suatu hal yang munafik jika kita mengakui suatu kenyataan, bukan?

Basa basi kangguru (24 Juli, 2010)

Suatu ketika aku berbincang dan bicara

dengan seorang gadis, atau wanita

dalam dunia kenyataan yang berbeda

yang berbeda pula penampilannya

ketika ku bertemu dia di ranah alam kita

yang sebenarnya


Ku ajak dia berbicara tentang kita

kita, bukan siapa-siapa

menggunakan basa-basi biasa

basa basi kangguru Canberra


Aku sudah kehilangan kata-kata

namun tak ada kesibukan lain

selain mengundang orang lain

untuk berbicara, tentunya.


Ku pancing dia untuk bercerita

tentang dunia yang berbeda

Tapi dia mati secara tiba-tiba

basa-basi dunia berbeda, ternyata

kekurangan bumbu racikan penuh selera


Karena itu,

basa-basi kangguru

bisa dibilang jurus yang jitu

untuk mengajak tamu

agar berbicara denganmu


[1] Aku tidak bisa mengingat, apakah Sang Sastrawan Rusia itu pernah menjelaskan hal yang serupa.

————————

Kembali ke Bab 12

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s