Babak duapuluhdua

“Kau dapat lembaran-lembaran kertas ini dari mana?” Tanya Diandra. Dia dan temannya duduk di salah satu meja yang ada dalam perpustakaan teknik.[1]

“Aku dapat di meja ini, tergeletak begitu saja,” jawab temannya.

“Dan kau membaca tulisannya?”

“Iya,” Novia mengangguk. “Memangnya kenapa?”

“Sepertinya ini adalah catatan harian atau curhatan dalam tulisan, tulisannya lumayan panjang,” jawab Diandra sambil memeperhatikan tulisannya. “Kau membaca tulisan pribadi orang!”

“Yang salah, kan, orang yang menulis ini,” kata Novia. “dia meninggalkannya begitu saja, dalam lembaran-lembaran yang terbuka, lagi!”

“Mungkin saja dia lupa, kan?”

Novia hanya mengangkat kedua bahu. “Coba dibaca, deh, tulisannya menarik!”

“Ini tulisan orang!” [2]

“Tapi tulisannya menarik!”

Mimpi aneh, dan Sore hari,” ujar Diandra pelan. “sepertinya ini adalah judul tulisannya.”


[1] Kalau kau ingin tahu siapa temannya itu, namanya lengkapnya adalah Novia Putri. Tipe gadis yang akan ditaksir ratusan laki-laki. Maaf kalau misalnya aku sedikit merendahkan wanita di sini, tetapi ini adalah kenyataan. Aku tidak berani untuk berbohong, apalagi berbohong tentang kecantikan seorang gadis? Percayalah, aku bukan orang yang bertindak bsegai laki-laki yang selalu disalah-salahkan oleh para aktivis feminisme

[2] Kalau aku, tanpa disuruh pun, akan langsung membacanya.

————————–

Kembali ke Bab 21

Lanjut ke Bab 23

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s