Babak duapuluh

“Mengapa kau menggunakan kata saya dalam tulisanmu?” Tanya Diandra.

“Karena aku suka saya.”

“Pasti ada alasan lain selain suka, kan?”

“Kalau boleh aku beralasan, saya dan aku itu berbeda. Dan menurutku, saya itu lebih baik daripada aku.”

“Di mana letak lebih baiknya?”

“Kalau dilontarkan dengan nada tinggi, saya menjadi ucapan yang tegas sementara aku menjadi ucapan yang penuh dengan arogansi. Kalau diucapkan dengan nada rendah atau lembut, saya menjadi ucapan yang penuh sopan santun dan rendah hati sementara aku penuh dengan kemanjaan. Sedangkan aku kurang menyukai sesuatu yang berbau manja.”[1]

“Itu menurut pendapatmu,” kata Diandra. “Belum tentu orang lain berpendapat sama. Bisa jadi, mereka malah berpendapat sebaliknya.”

“Bukankah kau meminta alasanku, yang berarti pendapatku, bukan?”

“Oh, iya!”

“Hahaha!”


[1] Kalau aku, aku suka yang manja-manja.

—————————–

Kembali ke Bab 19

Lanjut ke Bab 21

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s