40.

Surabaya, 03:16 am

Aku di Surabaya. Kemarin malam aku sempat duduk di salah satu meja di Aiola Eatery bersama Juve dan Anggra. Kata Benny, pujasera itu selalu ramai dan menjadi salah satu tempat berkumpulnya anak muda di Surabaya karena beragam event yang acap kali diadakan oleh pegiat-pegiat seni di kota ini. Benny banyak bercerita tentang Aiola karena dia adalah salah satu saksi inti berdirinya pusat pertemuan kawula muda Surabaya tersebut.

Lain kali akan kutulis tentang itu (jikalau aku ingat).

Ini adalah dini hari terakhir. Sejak Rabu minggu lalu, di Surabaya aku melakukan riset tentang perkembangan seni media. Sedangkan kau, terlihat di media sosial, sedang berada di Yogyakarta dengan keambiguan-keambiguan yang semakin mengeringkan ekspresi.

Timbul rasa penasaranku tentang isi kepalamu beberapa hari belakangan ini, Suitcase Kid…

Nanti malam, aku sudah akan berada di kereta, kembali menuju Jakarta. Sedang mataku, kuat terpicing beberapa kali tanpa terlepas kesadaran dan gagal melelap, karena kalah oleh kerinduan akan dekapan yang biasa ia lakukan dari balik punggungku. “Sialan!” seruku kesal, menyadari bahwa kerinduan ini adalah sesuatu yang keliru.

Advertisements

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s