Ke Bunga Dulu Sejenak

IMG_20140728_07153272

Di rumah, sekarang ini, saya tertarik dengan bunga-bunga. Aneh. Dulu, saya tak begitu tertarik dengan bunga-bunga meskipun sering membantu nenek membersihkan pekarangan rumah, dan merapikian rumput-rumput yang memenuhi akar-akar bunga.

Mungkin, karena saya sudah menyaksikan beberapa video karya Jonas Mekas. Sang Kakek, yang entah mengapa raut wajahnya begitu menyenangkan di mata saya (dan saya menduga-duga, beliau adalah orang yang sangat ramah), sepertinya sangat suka sekali dengan bunga. Pada tanda pengenal di beberapa video-nya pun, dia menyelipkan image bunga yang (sepertinya) digambar dengan tangan sendiri. Dia juga sering membidik dengan begitu dekat bunga-bunga yang warnanya cerah-cerah. Dia senang berpuisi dengan merekam bunga. Bahkan, dia juga pernah mengatakan bahwa untuk belajar mengkonstruksi image visual, membidik bunga dan objek lain akan memunculkan kesan tersendiri yang bisa membuat kita melompat dari kediaman.

Sejak itu, saya menjadi jatuh hati ada bunga. Betapa indah, sekarang, bunga-bunya itu di mata saya. Tubuh alam, tetumbuhan, rasanya menarik untuk dibidik menjadi karya.

Tapi, ada juga warna yang tak kalah cerah di mata saya, tadi pagi. Sala lauak. Makanan khas Suamtera Barat. Warnanya kuning. Itu pun tak luput dari bidikan saya.

TandaTangan_latar_transparant

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s