Setelah Acara

Foto ini diambil dari album Halaman Papua Gelar Soemantri

18 Juli, 2014. Hari yang sibuk karena penayangan video dokumenter hasil kerja di Papua selama Bulan Februari hingga Juni, 2014, diselenggarakan di GoetheHaus. Pada persiapannya, terdapat beberapa kelalaian fatal yang juga disebabkan oleh kondisi jalan yang begitu macet. Namun, secara keseluruhan, acara tersebut berjalan lancar. Saya juga mendengar kabar dari Hafiz bahwa kemungkinan besar proyek Papua ini akan terus dilanjutkan hingga Bulan Desember.

Umumnya, para hadirin yang menyaksikan tujuh video dokumenter yang kami pilih untuk ditayangkan, mengapresiasi dengan pujian dan pertanyaan kritis. Salah satunya, yang paling saya ingat, adalah pertanyaan tentang kendala-kendala yang kami—para fasilitator: saya, Gelar, Paul, Siba, Komeng dan Diki—hadapi selama berada di Papua. Gelar menjawab bahwa kendala yang paling utama adalah “bagaimana supaya tidak terjebak dalam eksotisme dalam melihat Papua”, sedangkan Paul menjawab “siasat dalam bernegosiasi dengan situasi dan kondisi di Papua”, sementara saya sendiri menjawab “bagaimana membangun kepercayaan dengan kawan-kawan Papua dalam melakukan kerja berjejaring secara bersama-sama”.

Pertanyaan kritis juga muncul dari seorang teman saya yang sengada datang untuk menyaksikan. Sarah, namanya, memberikan pertanyaan: “What’s next?”

Yuki, Manajer Program Media Untuk Papua Sehat, dan Pak Firmansyah, perwakilan dari KINERJA-USAID, memaparkan langkah-langkah teknis tentang keberlanjutan kerja Media Untuk Papua Sehat, seperti misalnya pendampingan bagi komunitas-komunitas lokal di Papua serta distribusi hasil kerja mereka dalam pelatihan tersebut. Sementara saya sendiri, mencoba memberikan jawaban yang lebih bersifat gagasan. Yakni, program-program yang digagas oleh Forum Lenteng bukanlah bertujuan “memberikan” solusi, tetapi lebih kepada aksi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sistem sosial-budaya yang ada di negeri ini. Dengan kata lain, goal-nya adalah memberikan dan menempatkan masyarakat pada posisi yang mampu mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang ada. Artinya, “What’s next?” harus dijawab dengan “Meningkatkan posisi tawar komunitas melalui beragam produksi dan distribusi informasi/pengetahuan yang mereka lakukan sendiri agar bisa mempengaruhi kebiajakan-kebijakan yang ada sehingga terciptalah suatu rumusan atas solusi alternatif bagi penanggulangan berbagai masalah sosial dan budaya”.

Yang sungguh sangat disayangkan oleh saya secara pribadi pada hari ini adalah tidak turut sertanya Ageung menghadiri acara tersebut. Siang hari sebelum kami berangkat menuju Godangdia, Ageung mendapat kabar duka dari keluarganya bahwa sang nenek telah berpulang. Ageung memutuskan untuk segera kembali ke Parungkuda, sore tadi, untuk menghadiri acara pemakaman sang nenek di Parakansalak. Semoga amal dan ibadah Mak Aji diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Dukungan dan simpatiku selalu untuk Ageung.

Selesai acara di GoetheHaus, rombongan Forum Lenteng kembali menuju markas dengan taksi (beberapa ada yang mengendarai motor). Saya dan Yuki menaiki taksi yang sama. Setelah berbincang sedikit soal acara yang baru saja lewat—saya juga sambil merekam suasana jalan menggunakan android milik saya—saya merebahkan diri di kursi belakang, tidur. Saya terbangun ketika taksi sudah berada di depan kantor Forum Lenteng.

Setelah ini, bukan berarti selesai. Masih ada banyak PR yang harus dikerjakan, terutama untuk menyiapkan Arkipel 2014. The Uprising, harus saya tonton berulang-ulang sebelum menulis tentang filem itu.

TandaTangan_latar_transparant

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s