“Mestikah kita tahu semua…?”

“Dan aku sendiri sesungguhnya tidak tahu pasti pula apa mesti aku jawab terhadap pertanyaan itu sendiri. Mestikah kami tahu dengan pasti apakah Erich Schlitz sudah mati, apakah dia seorang chef restoran yang pandai bikin wiener schnitzel, yang berlatih yoga setiap pagi? Mestikah kami tahu dengan pasti apakah Madame Schlitz seorang pemain sandiwara, seorang yang tidak waras, seorang yang kesepian? Mestikah kami tahu dengan pasti apakah Madame Schlitz hilang diculik orang, masuk rumah sakit gila, atau rujuk kembali dengan Erich Schlitz yang mungkin tidak mati, tetapi cuma bercerai saja dari istrinya?”

Umar Kayam, “Istriku, Madame Schlitz, dan sang Raksasa”, dalam buku kumpulan cerita pendek Umar Kayam, Seribu Kunang-kunang di Manhattan, Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti, 2003, Hlm. 30.

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s