Catatan Desember 10

Oke! Dua kata pertama untuk hari ini: salah perhitungan.

Awalnya saya mengira bahwa membungkus buku-buku ke dalam amplop untuk segera dikirim ke beberapa jaringan komunitas itu tidak akan memakan banyak waktu. Salah besar! Dari pukul sepuluh siang, saya baru bisa meregangkan pinggang pukul setengah tujuh malam. Sialan!

Leganya, urusan itu sudah selesai. Besok harus bangun pagi, ke kantor pos, mengirimkan amplop-amplop berisi jurnal “Seni Di Batas Senen” karya akumassa.

Minggu ini, saya dan Ageung bersepakat melanjutkan proyek blog punyavisual, baik yang kategori “LDR” maupun kategori “gambar untuk sinema”. Tema minggu ini adalah “penyemir sepatu” atau “shoeshine”, sebuah filem karya Vittorio De Sica tahun 1946. Dalam dua hari, ada dua shot di dalam filem itu yang saya ambil untuk digoreskan di dalam catatan harian.

dokumentasi-punyavisual_gambaruntuksinema_shoeshine_01dokumentasi-punyavisual_gambaruntuksinema_shoeshine_02

Gambar yang pertama saya pilih karena shot itu merepresentasikan salah satu aspek kriminologis di dalam filem, yakni tentang nasib seorang anak yang menjadi korban sistem. Sedangkan gambar yang kedua, saya pilih karena ‘kuda’ adalah satu dari beberapa kunci konflik di dalam filem. Jika kita menonton filem ini, akan kita lihat bahwa ‘kuda’ menjadi metafor tentang bagaimana sistem itu berjalan tanpa mempertimbangkan keadaan individu (diskusi tentang ini bisa menarik jikalau HIMAKRIM berkenan untuk memutar dan membahasnya, dalam suatu kesempatan di masa depan, mungkin).

Untuk kategori “LDR”, saya sedikit risau dengan gaya chiaroscuro yang sempat disinggung oleh Ugeng kemarin. Akan tetapi, alih-alih mencoba menerapkannya, saya justru menggambar seperti biasa: melihat obyek di depan mata, lalu coret-coret di lembaran catatan harian, dan jadinya seperti ini:

dokumentasi-punyavisual_LDR_10desember2013

Dan yang belum saya lakukan hari ini adalah membaca jurnal.

Ng… beberapa menit yang lalu mendapat kabar dari Bagas, yang menjalani sidan skripsi siang tadi. Katanya, dia lulus dengan nilai A-. Sementara itu, jadwal sidang skripsi saya belum keluar-keluar juga. Hadeuh, ingin rasanya urusan skirpsi-skripsian ini segera selesai. Jika terlalu lama, maka akan menguap pula hasrat untuk berargumentasi soal representasi a la Hall dan Foucault itu.

Sekarang pukul sepuluh malam. Mata belum lagi mengantuk. Ingin menghubungi Ageung, sedari tadi SMS saya tak ditanggapi. Maklum, gara-gara pertengkaran yang itu-itu lagi. Hahaha!

Sekian dulu postingan untuk hari ini.

Advertisements

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s