Catatan Desember 06

Mendapat surel dari Ronny Agustinus, seorang penulis dan pengelola penerbitan Marjin Kiri dan blogger http://sastraalibi.blogspot.com/. Surel itu berisi lampiran file lagu-lagu dalam album “Pilihan Lagu-Lagu Jang Diperdengarkan Oleh Rombongan Njanji Dan Tari Lekra Indonesia Di Tiongkok”.

cover album paduan suara lekra

Dalam surel tersebut, Ronny Agustinus mengatakan bahwa dia mendapat album tersebut dari Joss Wibisono, penyuka musik klasik yang juga penulis buku “Saling Silang Indonesia-Eropa”. Ronny memberikan catatan dalam surel-nya, yakni sebagai berikut:

Selain beberapa lagu daerah, lagu-lagu paduan suara ini digubah oleh salah satu komposer besar Indonesia yang hidup terlunta-lunta dan namanya jadi tak pernah terdengar karena, lagi-lagi, dihabisi oleh Orde Baru.

Subronto K. Atmodjo adalah komposer dan dirigen kelahiran Margotuwu, Pati, Jawa Tengah. Pada Juli 1965 ia lulus cum laude dari Konservatorium Hanns Eisler di Berlin Timur (berapa sih org Indonesia yang lulus cum laude konservatori Jerman??). Pada Agustus 1965 ia pulang ke Indonesia dan dua bulan sesudahnya ditangkap dan ditahan selama 28 hari, karena dianggap terlibat G30S. Selepas dari tahanan ia menjadi supir bemo. April 1968 ia berhasil mengadakan konser di Kedutaan Besar Republik Demokratik Jerman di Jakarta, tapi pada 5 Agustus 1968 ia ditahan lagi dan dibuang kerja paksa ke Pulau Buru (1970 – 1977). Pada 1982 ia meninggal karena tumor paru-paru.

Tragis, seperti rekannya sesama komposer LEKRA juga, Sudharnoto, penggubah lagu “Garuda Pancasila” yang dibunuh oleh militer dan ironisnya, lagunya dipakai sebagai propaganda kesaktian Pancasila ala Orde Baru.

Setelah saya lihat isi fileĀ tersebut, terdapat 13 judul lagu, yakni:

  1. Pudjaan Kepada Partai
  2. Persahabatan Tiongkok-Indonesia
  3. Asia Afrika Bersatu
  4. Nasakom
  5. Dari Rimba Kalimantan Utara
  6. Lagu Perdjoangan
  7. Api Cubana
  8. Djamila
  9. Tarik Lajar
  10. Atiraja (Andy Mulja – Eveline Tjiauw)
  11. Sihala Erdeng-Erdeng
  12. Sing Sing So (solis_Kondar Sibarani)
  13. Sio Nona Manise

Lumayan, nih… hahaha! Terimakasih, Om Ronny. #asyek

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s