…bukan masalah, nelly…

“Nelly, aku punya panggilan baru untuknya.”

“Apa?”

“Kokom…”😀

“Aneh sekali kedengarannya.”

“Hahaha! Oh, ya?! Ia sendiri tak menyenangi nama itu. Tapi aku senang dengan nama itu, Nelly. Di telingaku, nama itu begitu lucu.”

“Bagaimana dengan nama panggilan yang lama?”

“Aku tetap suka dengan panggilan yang lama. Bagiku itu tetap istimewa, bahkan ketika pertama kali aku mendengarnya. Begitu unik! Saat pertama kali kami berkenalan, aku menangkap suatu nuansa yang begitu positif dan mengesankan… nuansa yang muncul ketika mendengar nama panggilannya sekaligus melihat orangnya. Nuansa itu menenangkan! Begitu hangat!”

“Lalu bagaimana dengan panggilan yang baru itu?”

“Ketika aku mendengar ‘Si Kokom’, aku berujar di dalam hati, ‘Wah, lucu sekali!’ Dan seketika aku memantapkan hati untuk menggunakan nama itu jika ingin menggodanya. Itu sudah jelas! Keduanya sama-sama penting. Dua nama panggilan yang dimiliki oleh satu pribadi. Karakteristik pribadi yang menurutku unik itu, secara luas dan dalam, tergambarkan pada dua nama panggilannya.”

“Wah, aku semakin tertarik. Lain waktu, perkenalkan aku padanya, Zikri!”

“Tentu, Nelly, tentu! Aku pasti akan mengenalkanmu padanya. Aku tidak sabar melihat ekspresimu ketika kau menangkap nuansa yang sama seperti yang kutangkap ketika melihatnya sekaligus mendengar ia mengucapkan namanya. Apalagi, jika kau telah benar-benar mengenalnya…”

“Hm… siapa, sih dia sebenarnya?”

“Dia warga.”😀

Jakarta, 29 Mei 2013

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s