baru sekadar 24 detik

Kami ditantang untuk dewasa dalam menghadapi lingkungan yang sering kusebut sebagai garis monoton itu!

Lantas aku menantang bisakah penantang itu menciptakan kedinamisan, terhadap apa yang sedang kita bicarakan, tapi bukan hanya di tataran virtual?

24 jam dari sekarang, jika tak ada sulutan api yang membuatku bergairah, ‘kebosanan’ itu sama saja dengan apa yang sering kubilang sebagai sampah!

Maka, hai, kepada yang sedang merasa bosan, pekalah dan sadarlah bahwa para tukang ‘nyampah’ belum lagi menutup mata!

Bahwa apa yang selama ini telah dilakukan tak lebih dari sebuah usaha dalam 24 detik!

Sementara sang aku menuntut 8 hari dalam satu minggu, 4 jam ialah waktu rehat untuk meninjau kembali di alam mimpi!

Kami bukan merasa terganggu atau pesimis, melainkan bergembira menyambut apa yang telah lama ditunggu!

Tapi, sadarlah kita baru saja 24 detik, dan bahwa putaran jarum panjang selama 24 kali 7 masih berada di awan utopia!

Ayo kita bangun tangganya! Atau paling tidak, kita daki tebing bersama!

Welcome, Bung!

Lenteng Agung, 25 Oktober 2012

Tooftolenk

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s