akumulasi

Saya harus berkeluh kesah kepada siapa? Siapa yang bisa mengerti selain orang yang benar-benar pernah mengalaminya? Ini bukan sebuah rengekan. Siapa yang tahu apa yang sedang saya maksudkan, luar-dalam, besar-kecil, dari awal hingga akhir? Kemana orang yang bisa menjawabnya? Begitu mudahnyakah kebocahan manusia dilupakan? Apakah waktu sudah mengambil peran dalam hal ini? Atau apakah karena sesuatu yang hancur itu belum baik? Apa karena lem-nya tidak hebat sehingga dia tidak bisa lagi menempel seperti sedia kala? Apakah hilangnya rasa hormat dan takzim itu sama dengan tumbuhnya kebencian? Sungguh menyedihkan. Saya hanya bisa mengumpat dengan bahasa yang saya pahami sendiri. Atau, mungkin ada yang bisa memahaminya?

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s