…saya juga punya hak jawab.

Lihatlah dahulu, dan kita akan tahu. Ketika kita tahu, kita bisa bersuara.

-Katro, Kriminologi 2009-

 

Ringkasnya, itulah inti dari apa yang coba kami—mahasiswa Kriminologi Universitas Indonesia, angkatan 2009, dengan Katro sebagai nama angkatannya—rumuskan ketika mengemban tugas sebagai panitia pelaksana masa bimbingan mahasiswa baru Kriminologi UI angkatan 2011, dalam ruang lingkup jurusan dan paguyuban.

Tentunya, rumusan itu tidak muncul begitu saja. Sebagai mahasiswa, wajarlah jika rumusan sederhana itu tak dapat disandingkan dengan rumusan konsep yang begitu lengkap dari seorang profesor, guru besar, atau orang yang sudah melanglang buana di dunia kerja nyata dan menelan banyak asam garam. Intinya, kami hanya berusaha melakukan peran sebagaimana harusnya, bahwa mahasiswa harus mampu melihat secara menyeluruh, mengetahui dengan baik, dan mampu bersuara dengan bijak.

Dalam studi kriminologi pun, kemampuan seorang kriminolog dalam memahami segala bentuk persoalan secara terperinci dan mendalam, sudah menjadi sebuah kewajiban mutlak demi menghindari kesalahtafsiran dalam menjelaskan fenomena dan gejala yang ada. Menyadari bahwa lingkungan berkegiatan dan pergaulan mahasiswa Kriminologi itu kompleks—dan sejatinya lingkungan mahasiswa itu, memang dari sananya, sudah kompleks—tidak salah jika rumusan konsep seperti itulah yang kami ejawantahkan dalam interaksi para mahasiswa, baik di angkatan 2009 sendiri, di angkatan 2011, angkatan 2008, 2007 dan 2006 yang memiliki jarak dekat dan sekaligus menjadi contoh, maupun angkatan 2010 yang sekarang sudah memulai tugasnya untuk membina mahasiswa baru Kriminologi angkatan 2012. Interaksi ini tidak hanya berhenti di kalangan mahasiswa yang masih kuliah saja, tetapi juga coba dibangun di kalangan para dosen, alumni, dan semua pihak yang memiliki tali penghubung dengan Departemen Kriminologi, Ikatan Keluarga Kriminologi, dan Universitas Indonesia itu sendiri. Jelas, kalau saya pribadi diperkenankan untuk mengklaim, rumusan ini merupakan sebuah cita-cita ideal yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Kalaupun cita-cita ideal itu tidak tercapai sebagaimana yang diharapkan—karena secara hakiki sesuatu yang ideal dan sempurna itu hanyalah utopia belaka—bukankah usaha untuk mau mencoba membangun itu merupakan sesuatu yang patut dilihat pula? Ketika ada satu atau dua di antara kita yang khilaf dan lupa akan inti dan makna dari rumusan itu, bukankah ada ajaran surgawi yang mewajibkan kita untuk saling memaafkan?

Dan saya sendiri percaya bahwa bagi yang telah melihat kerja keras yang dilakukan oleh Katro, dan mengetahui dengan baik polemik-polemik yang kami hadapi dalam proses pengejawantahan itu, pastinya dia akan bersuara dengan bijak dan tidak akan menyalah-nyalahkan. Sebab, ketika dia melihat maka dia akan memahami, dan ketika dia tahu maka dia akan mengerti, dan ketika dia paham dan mengerti, suaranya akan menjadi untaian yang begitu berarti dan menenangkan suasana hati. Dan yang paling penting, orang yang paham, mengerti, dan memiliki suara yang bijak, pastinya dia tidak akan pernah dan tidak akan mau menjustifikasi.

Saya rasa, penjelasan dalam enam paragraf ini merupakan sebuah cara yang cukup beretika dalam menanggapi gosip-gosip yang berkembang di social media tempo hari. Lagipula, siapa yang tidak tergoda untuk menanggapi—terlebih tipe orang yang suka mengkritik seperti saya ini—pertengkaran-pertengkaran yang terjadi hanya karena salah paham dan emosi sesaat. Di titik inilah, mungkin, kita semua perlu memaknai kembali apa yang selama ini kita yakini sebagai ‘kedewasaan berpikir’. #asyek

Manusia justru akan menjadi sempurna ketika dia telah mengalami dan mengakui adanya ‘kesempurnaan seorang anak Adam’. Dan ‘kesempurnaan’ itu ialah ‘pasti pernah salah’.

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s