…cuap-cuap soal statistika sosial, ah…!

Kita tidak dapat memastikan apakah keluhan ini layak menjadi representasi dari populasi suara para terpelajar yang lain di negeri ini. Lagipula, kita juga sulit untuk menentukan parameternya. Dan yang paling penting, ini bukan persoalan tentang karakteristik dari sebuah keluhan sebagai sampel yang dapat mewakili karakteristik populasi masyarakat terpelajar yang lain, yang juga mengeluhkan hal yang sama.

Jelas, ujaran-ujaran ini sedang mempermasalahkan (kalau tidak boleh dikatakan ‘mengumpati’) apa yang selama ini kita kenal sebagai statistika (kalau di lingkungan ilmu sosial, kita mengenalnya sebagai statistika sosial). Beberapa jam lalu kesadaran itu muncul, ketika alam pikiran jungkir balik di dalam angkot, di atas bangku sebelah pak supir yang sibuk mengusap kaca mobil yang buram akibat rintik hujan, bahwa ketidaksenangan hampir semua mahasiswa terhadap statistika sosial disebabkan ketidakpahaman serta ketidakmengertian apa kegunaannya.

Tulisan ini bukan sebuah pernyataan bahwa semuanya telah terang. Justru, semakin diulik, semakin tahulah bahwa statistika itu memang rumit. Hingga sekarang, titik terang itu belum lagi menghampiri untuk memberikan jawaban sederhana tapi mengena: “Aku ini untuk itu, loh!”

Mungkin, perlu diakui bahwa, umumnya, statistika (termasuk juga statistika sosial itu) hanya dilihat sebagai perhitungan angka-angka, yang maknanya diurus belakangan. Sebagian besar mahasiswa yang membencinya hanya berpikir: “Bagaimana caranya supaya saya bisa mengerjakan soal hitungan statistika ini dengan mudah, lantas kelar semua tugas-tugas itu!”

Soal-soal statistika dalam ujian biasanya berbentuk: diketahui A, B, C dan D, lalu carilah E, F dan G-nya.

Jarang ada dosen yang memberitahukan (atau mahasiswa yang bertanya) tentang apa gunanya E, F dan G itu dicari. Apa manfaatnya bagi kita yang sedang melakukan penelitian jika mengetahui nilai E, F dan G itu?

Wajar, jika dalam beberapa hari ini, kata ‘distribusi normal’ berkutat di dalam kepala diiringi dengan seribu tanya: untuk apa ‘distribusi normal’ itu diketahui? Apa manfaatnya bagi seorang peneliti kalau dia tahu bahwa data-data yang ia miliki homogen atau heterogen, apa manfaatnya jika ia tahu nilai ‘varian’, ‘rata-rata’, dan ‘modus’nya? Jelas sekali bahwa ini benar-benar memuakkan! Sungguh memuakkan karena kita disuruh mencari apa yang kita tidak mengerti. Dan ketika kita menghadapi masalah yang riil ada di masyarakat, kita tidak tahu harus menggunakan ‘istilah’ yang mana untuk menjelaskan apa.

Memang, para pakar atau pelajar yang mau belajar lebih banyak, tentu mengerti arti dan kegunaan istilah-istilah itu. Pasti ada orang jenius yang mengerti statistika, atau orang cerdas yang berhasil menemukan ‘kuncian’ untuk menjinakkan statistika yang seramnya tak kalah dengan legenda klenik di lingkungan urban.

Tapi bagaimana dengan orang lain yang tidak tertarik dengan statistika? Atau jangan-jangan, ketidaktahuan itulah yang justru menyebabkan statistika tidak menarik. Menghadapi angka-angka sebagai sebuah bahasa yang tidak dapat dipahami adalah malapetaka.

Sayangnya, hingga ujung semester lalu di kampus FISIP UI, terutama jurusan Kriminologi, statistika hanya diajarkan sebagai materi yang matematis, menghitung ini-itu tanpa ada usaha atau langkah untuk menjabarkan apa maknanya.

Sungguh aneh ketika kita menghadapi fakta bahwa informasi di internet lebih membantu ketimbang pelajaran di dalam kelas. Ini cacat namanya… CACAT! Cacat di pihak pengajar maupun pelajar.

Kesadaran kita untuk ingin lebih tahu itu, ternyata, luput oleh ketakutan (atau ketidaksenangan) dalam menghadapi angka-angka. Apa benar demikian? Hadeuh….

Tulisan ini, mungkin, dapat dilihat sebagai bukti bahwa ada korban dari kecacatan cara atau metode belajar mengajar di dalam kelas. Korbannya adalah saya. #dubrak

Rasanya, kita perlu melakukan perbaikan dan menerapkan metode baru, yang efektif dan efisien, dalam mata kuliah memuakkan itu, agar carut-marut statistika sosial ini dapat diredakan. #asyek #iseprokok

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s