Ini loh konteks ‘keseriusan’ sikap yang saya maksud. Saya rasa, penulis ini cukup menjawab kebingungan orang dalam memandang sinis setiap keseriusan orang di berbagai tempat. #asyek

Laba-Laba Kuning

Saya sering dikritik oleh teman saya.

Gue bingung ama lu, Pe. Kritis lo itu dual banget. Kritis ga tau tempat, ama kritis beneran kalau di kelas

Duh apaan sih kau ni, Pe. Semua dikritisi

Saya butuh lama untuk menenangkan diri dari rasa geli atas ucapan mereka. Kritis tidak tahu tempatnya itu memang benar. Saya suka bingung sendiri dengan kritik-kritik, dalam bentuk pertanyaan, yang saya lontarkan di tempat umum kalau sedang jalan-jalan bersama teman. Misalnya minggu lalu saya jalan ke Mall Margonda City, dan melihat sebuahfood court yang sedang promo masakan Cina, tapi didekorasi pohon Sakura palsu. Jangan salahkan saya kalau tiba-tiba saya terbahak.

Atau tentang stiker-stiker lucu di bus/truk yang saya lihat. “Di Bawah Naungan Ibu” tulisnya, tapi cara menyetirnya sama sekali jauh dari harapan Ibunya (mungkin).

Tapi itu lebih karena saya suka dengan pertanyaan, saya senang mendengar orang bertanya. Yang saya benci dari bertanya, adalah orang yang menanyakan ulang…

View original post 123 more words

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s