visual yang tak cukup

“Pedagang Asongan” si Hardi (1988) pun tak mampu mengalihkan pesimisme terbalut kecewa menggantungkan sedih ini. Ternyata, saya masih menjadi orang yang belum beruntung. Pemanah memang bukan untuk dipanah. Alih-alih dijinakkan, air bening penuh keterbukaan dengan mudah ditembus ujung anak panah yang tajam. Dan bagaimana mungkin air setungku bisa memuaskan sang kuda yang suka bertualang? Malang, oh, malang. . .

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s