Sebuah tulisan dari teman saya, Riefky Bagas Prastowo, tentang menulis. Tulisan ini menjadi semacam pengingat, penegas, dan penambah rasa percaya diri untuk tetap menulis sampai kapan pun. Saya, Bagas, dan rekan-rekan yang senang menulis adalah orang-orang yang tidak ingin hilang dalam sejarah; tidak ingin terhempas oleh waktu ke titik antah berantah. #asyek

bagaspras

Melihat judul diatas, mungkin banyak yang akan bertanya, apa hubungannya? Mengapa menulis? Mengapa bisa terhampas oleh waktu? Pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan sederhana..

Aku teringat ketika dahulu masih duduk di bangku SMA duniaku tidak jauh dari kegiatan yang bernama tulis-menulis. Bahkan pencapaian terbesarku adalah bisa mengikuti sebuah lomba tingkat nasional.  Hebat bukan? yah, dampaknya lumayan besar. Aku menjadi bangga hingga berakhir menjadi jumawa. Seketika itu, aku lupa apa makna dan esensi menulis! Lupa kawan!

Kealpaan tersebut mengalir hingga aku menjadi seorang mahasiswa. Aku sendiri pun tidak sadar, hari-hari tanpa menulis menjadi biasa dan makin terlupa. Apa ini akibat dari aku yang berkuliah di kampus yang dijuluki sebagai kampus perjuangan sehingga orientasi menjadi berubah? Dari menulis menjadi banyak cakap! Ah, tidak baik mencari kambing hitam…

***

Suatu hari, seorang kawan menghampiriku dengan membawa buku tebalnya. Saat itu, aku tidak begitu peduli, toh dia memang orang yang suka melahap buku. Buku macam…

View original post 452 more words

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s