“despondent”

I think that somebody shouldn’t be someone else indeed…

dua hari aku bertanya-tanya,
kepada sejawat nan saban hari berada di sebelahku mengerjakan hal yang sama
kepada kaca spion nan kuhadapi ketika duduk di sebelah supir dalam angkutan kota
kepada massa nan riuhnya tak kalah dengan suara dalam dada
 
apa artinya pemuda yang berdiri di pantai itu?
apa sesungguhnya yang dirasakan oleh sang laut biru?
seindah apa senja layak bagiku?
lantas, jejak itu untuk siapa, Empu?
untukku?
dan siapa pula yang dipanggil oleh suara nan sederhana dari lautanmu?
aku?
sebegitu besarnya kah rasa, duga dan harapku?
aku sedih, terus begini tak maju-maju?
 
aku tahu,
bahwa seorang pemuda itu
harus mau berbuat sesuatu,
yang lebih dari sekedar keluh dan sedan sedu
 
tapi…
boleh kah aku meminta dibantu?
menjawab pertanyaan penuh tanda yang memaku
kepala dan dadaku.
 

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s