buat jejak

Setiap orang, termasuk diri kita sendiri, memiliki kepentingan. Kepentingan kita ikut beriak di tengah-tengah kepentingan orang lain. Keadaan seperti ini lah yang membuat kehidupan itu menjadi dinamis. Meskipun di era kehidupan sekarang, pemahaman tentang kepentingan bersama untuk kemaslahatan bersama itu telah bias dengan desakan-desakan individu-individu yang memiliki cara berpikir berbeda-beda. Filosofi petani di desa yang sering terdengar dari cerita Sang Paman, sungguh sulit ditemui di kehidupan sekarang ini.

Kata orang-orang tua, suatu saat di dalam hidup, kita akan menemukan pribadi-pribadi yang memiliki kesamaan dalam hal iring, paham, dan jalan. Hal itu telah terbukti, dengan bermunculannya inisiatf-inisiatif dari para pemuda dan pemudi di negeri ini yang berkumpul dan berkomunitas untuk mengembangkan diri, dalam rangka untuk memajukan masyarakat, bangsa dan negaranya. Mereka muncul sebagai generasi yang mencoba mempertahankan filosofi petani yang sangat bijak itu, menyesuaikannya dalam kedinamisan pola hidup yang sudah terkontaminasi dengan beragam piranti supra antropologis ini. Intinya, mereka tidak mau tertinggal, tetapi tidak mau menghilangkan apa yang bijak, yang telah diwariskan oleh nenek moyang.

Namun, banyak yang tidak tahu tentang rahasia ini. Banyak yang hanya melihatnya dari sudut kulit terluar dari kesuksesan-kesuksesan yang telah mereka capai. Banyak yang hanya melihat bentuk yang telah jadi. Banyak yang melihat tanpa memahami esensi dari perjuangan berdarah-darah dari para ‘petani-petani modern’ ini. Pencapaian yang dilakukan oleh ‘para petani’ ini masih sangat kecil dibandingkan dengan cita-cita ideal yang diharapkan, namun kesuksesan mereka yang mengejutkan itu, secara tidak langsung, telah membentuk satu kemapanan dan gaya hidup baru. Sayangnya, kemapanan dan gaya hidup baru ini sering disalahartikan atau disalahtafsirkan oleh orang-orang yang sulit untuk mau berpikir panjang dan berjuang. Akibatnya, kita yang hidup di era sekarang, kita yang masih muda, kembali tersendat dalam ilusi dan selebrasi yang terciptakan oleh ‘petani-petani modern’ itu. Padahal, mereka tidak bermaksud demikian, kita lah yang salah mengartikan.

Hingga sekarang, kita yang seharusnya menjadi mesin penggerak kehidupan saat ini, belum lagi bertemu di titik iring, paham dan jalan yang sama. Hal itu disebabkan kepentingan-kepentingan tadi, yang sudah terpengaruh dengan pola hidup masa kini. Akan tetapi, aku percaya, sebelum titik sinar terakhir sang surya beranjak dari rumahnya, waktu ketika muncul ‘petani-petani’ baru yang memiliki kesamaan iring, paham dan jalan akan hadir di masa yang akan datang. Tak soal jika aku, dan kau, dengan kata lain kita, bukan bagian dari ‘petani-petani’ itu. Setidaknya, kita pernah berbuat dan berjuang untuk mencarinya. Kita menciptakan jejak yang akan ditapak tilas oleh mereka di kehidupan masa depan. Karena ini lah bentuk kedinamisan hidup kita, yang berjalan di era sekarang, melanjutkan era yang telah duluan berlalu, mengharapkan era di masa datang yang benderang.

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s