“Social two born to be an amazing twelve!”

itu yang ia teriakkan di dalam layar

ia protes jika disapa dengan a

mungkin,

 

“Social two born to be an amazing twelve!”

itu yang ia teriakkan di dalam daftar

aku sadar akan maksudnya: naungan menengah akhir

sekarang rumah yang baru sudah lagi ada

mungkin,

 

“Social two born to be an amazing twelve!”

itu yang ia teriakkan di dalam layar

kabar dari sana dari sini

sekarang ia lebih diam

mungkin,

 

“Social two born to be an amazing twelve!”

itu yang ia teriakkan di dalam daftar

massa maya mendukung

ia malah bertanya tentang pemahaman

mungkin,

 

“Social two born to be an amazing twelve!”

itu yang ia teriakkan di dalam layar

Zat Abadi dalam hatinya

tetap kuat dan teguh di tengah duka

mungkin,

 

“Social two born to be an amazing twelve!”

itu yang ia teriakkan di dalam daftar

di penghujung jaya di masa pra-dewasa

bermodalkan kedekatan menatap ke depan

mungkin,

 

“Social two born to be an amazing twelve!”

itu yang ia teriakkan di dalam layar

wacana riangnya menarik perhatian

satu syarat akan kekuatan

mungkin,

 

“Social two born to be an amazing twelve!”

itu yang ia teriakkan di dalam daftar

kini giliranku berteriak dua luar biasa dengan satu

aku paham (walau sedikit), dan harap ia terketuk

mungkin.

 

Lenteng Agung, 4 Januari 2012
Manshur Zikri

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s