ambigu

apa gunanya saya mencoba bermain retorika di sini

dengan mengandalkan metafora berlebih

kemudian menyusun rangkaian

gamblang kemudian di ‘like’ akun-akun

menggambarkan fenomena yang

terkesan idealis dan memikir

padahal

kegelisahan yang meraja adalah hal yang

jauh sungguh sangat berbeda

 

memimikri para punggawa pun kami tak mampu

menyamar para intelektual pun kami tak layak

 

lantas, kami tetap mengunggah kata-kata

ke dalam layar untuk dibaca

dan saya menempatkan diri selalu di antara

 

jikalau si “aku” menggombal tentang cinta di pulau seberang

sejatinya dia berbicara tentang jiwa juang…

merugilah saya yang membual tentang juang

sejatinya berkeluh kesah tentang rasa.

 

Manshur Zikri, 26 Desember 2011

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s