tak harus begitu buta

begitu mudah menanam harapan

di keindahan seberang

begitu sering menggantung khayalan

di imaji mengawang

begitu rapuh terbenamkan

dayuan di ujung petang

sedang roman

kan berakhir di fajar menjelang

kenyataan menjadi tamparan

dibalut cemas dan duga terawang

tenggelam ‘durjana setan’

suara hati kian menghilang

sedang roman

memang berakhir di fajar menjelang

sia-sia lah kesadaran

juta citra kian melanglang

sedang roman

berakhir di fajar menjelang

_____________________________________________________________________________

Puisi ini ditulis oleh Tooftolenk Manshur Zikri, 11 Desember 2011

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s