Apakah Media Independen? [i]

 Apakah media benar-benar independen?

Tidak. Menurut currant media independent, bersifat netral dari lembaga sosial di masyarakat adalah sesuatu yang salah. Terutama dalam segi bisnis dan negara, media dapat ditunggangi untuk  melayani kepentingan institusi yang dominan dan kelompok sosial. Contohnya di Indonesia, banyak media yang pemiliknya berkecimpung dalam dunia politik. Jadi pemberitaan yang ada di media tersebut terkadang berpihak kepada pemilik perusahaan.

Apakah peran atau pengaruh pemilik modal sama sekali bukan tekanan bagi para wartawan atau redaktur?

Pengaruh pemilik modal, pastinya menjadi tekanan bagi wartawan ataupun redaktur. Keberadaan pemilik modal bagi sebuah media, memberikan pengaruh karena si pemilik modal pastinya mempunyai kepentingan dan melancarkannya di media yang dicengkramnya tersebut. Wartawan dan juga redaktur mau tak mau harus menyediakan berita yang menyenangkan ataupun sejalan dengan visi si pemilik modal. Di Indonesia sudah dikenal konglomerasi media tersebut. Tanpa malu-malu sebutlah dua media televisi berita di Indonesia, yakni Metro TV (dimiliki oleh Surya Paloh) dan TV One (dimiliki oleh Abu Rizal Bakrie). Kita sudah tahu dua konglomerat ini juga adalah petinggi partai berlambang pohon beringin. Surya Paloh yang menduduki sebagai Dewan Pembina Partai Golkar dan Abu Rizal Bakrie baru saja menggantikan kedudukan Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang baru.  Jadi tanpa disadari atau secara disengaja, berita dari kedua stasiun televisi tersebut pastinya disesuaikan misi dan visinya dengan partai yang menjadi pemilik modal.

Bagaimana dengan negara? Dapatkah media independen dari negara?

Menurut penglihatan kami, media belum independen dari negara (Indonesia). Undang-undang tentang media dan bahkan sensor atas media masih ada di tangan negara. Bukan hanya itu, bahkan media di berbagai negara pun, pemilik media yang terbesar (umumnya pemilik stasiun televisi dan radio terkemuka) adalah pemerintah sendiri. Bukan hanya itu, konten berita di media pun masih sangat bergantung pada pemerintahan. Ada jug, memang, media yang sudah jelas-jelas kontra pada pemerintah, tapi banyak juga yang sangat pro dan terpaksa selalu pro pada pemerintah. Jadi kalau menurut kami, media kita belum independen dari negara. Dan Dewan Pers yang kemudian menjadi jawaban haruslah diisi dengan partisipan independen, bukan malah kembali berada di tangan negara.

Faktor atau unsur apa saja yang menyebabkan hal tersebut dapat terjadi ? Bagaimana relasi antara faktor atau unsur tersebut ?

  1. Bias yang disebabkan oleh iklan. Untuk menghidupi suatu perusahaan media, maka media akan butuh banyak iklan. Oleh karena itu media sangat menjaga pemberitaan tentang perusahaan yang sering menaruh iklannya di media tersebut.
  2. Bias yang disebabkan oleh pemilik modal/perusahaan. Sebuah media akan berusaha membuat berita yang mampu menyenangkan pemilik/pemegang modal dari perusahaan medianya. Paling tidak mereka tidak akan memberitakan hal-hal yang buruk bagi pemilik dari persuahaan media.
  3. Bias mainstream. Ada kecenderungan media akan memberitakan apa yang media lain beritakan. Semua yang disenangi masyarakat saat itu juga dan menghindari pemberitaan yang akan menyinggung pihak manapun.
  4. Bias sensasionalisme. Memberitakan hal-hal yang luar biasa atau jarang terjadi. Seperti pada kasus kecelakaan pesawat dan tabrakan mobil. Kecelakaan pesawat akan lebih penting untuk diberitakan jika dibandingkan dengan tabrakan mobil.
  5. Bias yang menguntungkan ras tertentu, agama, jenis kelamin, usia, orientasi seksual, atau kelompok etnis tertentu

[i] Tugas Mata Kuliah News Making Criminology oleh Drajat Supangat, Laila Nurazizah dan Manshur Zikri)

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s