tunjuk kita (otokritik 4)

Puisi oleh Manshur Zikri
Orang yang bilang ngerti kita ternyata belum tentu mereka benar-benar mengerti. Aku mengerti sekarang.
This never happened before.. Tidak pernah, tidak pernah. Dan sekarang ada.
Ternyata hidup memang benar-benar keras boy.. Kadang kita sendiri ga tahu apa yang sebenernya kita mau..
Lalu apa sekarang? Haruskah kata dibuang ke udara begitu saja? Tak pula kita sadar untuk mengikatnya di atas pita. Padahal, ruang dan waktu itu jelas ada.
Memang, benar kata orang-orang sekarang yang lebih cerdas dari kita, bahwa aksi ga harus dengan demonstrasi.. Dan demonstrasi ga perlu pake anarkhi!
Kita memang sering tenggelam dalam ego, dan kata si pembimbing, sesuatu yang lebih darinya adalah megalomania.. kita tertekan menjadi kotak kardus di sudut ruangan hanya karena obsesi pribadi. Dan orang-orang (kita di dalamnya juga) menjadi tong yang siap menelan semua kesalahan. Inilah contoh konkret dari ungkapan menggores pensil jangan terlalu kuat, nanti sulit dihapusnya..
Bukan tindakan yang jadi perkara, bukan tentang cara yang jadi soalnya! Tapi lihat ke muka, nyatanya kita memang terjebak dalam retorika meledak-ledak dan berubah menjadai demagog tak berlogika sehingga melangkah seolah tanpa cela. Mungkin, ada saatnya kita kembali menunjuk raga. Biarlah bersikap pragmatis untuk sementara, dan berpikirlah bahwa pilihan itu sebagai proses kita bersama untuk meninggalkannya. Aku dan kawan-kawan berteriak, perjuangan belom berakhir meskipun telur-telur ini menghantui. Sadarlah, media bisa kuasai dunia, lalu kita patahkan tanpa merendahkan, melainkan membuat bangga, himbauan mereka yang lebih mengerti dari kita.
Tak pernah kita pikirkan ujung perjalanan ini.. Dan tak usah kita pikirkan akhir perjalanan ini… Tak perlu risau. Bahwa keyakinan dengan akal itu akan mengarahkan kita ke satu tempat, bukan tidak ke mana-mana sebagaimana kita tidak berpikir dan berdaya.
Keyakinan ini terus berjalan, dan ia tetap masih gagal dan masih mencoba.. Hiburlah diri kita sejenak, i simply remember my favourite things and then i don’t feel so bad… lalu terus berkarya, walau dicaci dimaki…
Memang, kenyataanya, selalu belum sesuai harapan tapi pasti Tuhan sempurnakan
Mungkin tidak bisa jadi sempurna tapi setidaknya cukup puas melakukan apa yang aku sukai. Setidaknya aku bisa mengeluhYa Zat Abadi, Ajarku berdiam.. Dekat di hati-Mu..


15 September 2011

————————————————

Puisi di atas disadur dari beberapa status dari akun pesbuk, nama akunnya adalah Clara Jessica Juwono, seorang kenalan dari Jurusan Komunikasi FISIP UI. Memang sih, pengutipan status tanpa sepengetahuan si pemilik status… mumpung belum kopiraik… #hasyek

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s