penghadapan yang sudah semestinya

puisi karya Manshur Zikri
lebih dari sekali alam mimpiku dihampiri
olehnya yang dulu berjuang melawan mati
kendati akan lebih tenang jika tiada yang ia nanti
ia lah seorang yang disayang Illahi
perlahan menurun menyambut alam bawah bumi
menunggu doa dan tanya, untuk beranjak ke alam surgawi
tak usah berbohong, bersedihlah di sini sendiri
tanpa ia yang bijak di sisi kita lagi
hilanglah waktu bagiku tuk tunjukkan hadiah
yang mungkin akan buat senyumnya merekah
tanpa hasil, aku bagai terbelenggu rasa bersalah
walau ku yakin ia dalam hidupnya akan berujar, “pergilah!”
aku ditinggal dengan dua petuah
“bergegas dan berhentilah!”
ia lah seorang yang disayang Illahi
perlahan menurun menyambut alam bawah bumi
menunggu doa dan tanya, untuk beranjak ke alam surgawi
tak usah berbohong, bersedihlah di sini sendiri
tanpa ia yang bijak di sisi kita lagi
ajaranmu teruntuk raguku
nasihatmu di atas bahuku
dambamu ke dalam bayuku
semangatmu pada waktuku
kau pergi,
tapi bukan ditelan sepi
ia lah seorang yang disayang Illahi
perlahan menurun menyambut alam bawah bumi
menunggu doa dan tanya, untuk beranjak ke alam surgawi
tak usah berbohong, bersedihlah di sini sendiri
tanpa ia yang bijak di sisi kita lagi
11 Juni, 2011

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s