ingin membanting, tapi tak bisa!

puisi karya Manshur Zikri
Orang bilang, ini kutukan
satu demi satu, tetap saja harus aku angkat
aku naikkan, lebih tepatnya!
mata kiriku semakin perih…
masih ada belasan lagi yang harus aku pilah,
satu demi satu…
dan sekarang aku berada pada yang ke-13…
sedikit terhambat.
Memang sial, sial juga mungkin karena angka itu
aku kena sialnya.
Dan benar juga, yang ke-15, aku terhenti
BRENGSEK!
Mata kiriku sudah semakin sakit, Bung!
mata mengantuk pula…!
tetap saja lingkaran putih berpendar pelan berputar-putar seolah mempermainkan perasaanku yang sudah semakin muak dengan penungguan ini. Bukankah seharusnya sedari tadi aku sudah bisa menelusuri Jejak Langkah, atau mungkin petualangan si Roland Barthez. Dan tahu kau, bahkan setelah umpatan panjang ini mereda pun, kesialanku belum juga berakhir. Dia mempermainkan terus, aku harus menunggu, atau mungkin akan mengulang lagi dari awal. Ini benar-benar kutukan! BABI!
sekarang bukan saja mata kiriku yang semakin menyiksa,
leher bagian kiri juga sudah mulai berteriak meminta istirahat…
sementara batangan rokokku sudah semakin habis.
Ini kutukan. K.U.T.U.K.A.N.!!!
Tuh, kan benar. ternyata yang ke-15 belum juga berhasil aku naikkan. BANGSAT!
terus, terus, ayo, masih banyak, belasan lagi!
dan aku selanjutnya harus berhadapan dengan hal yang tak diketahui sejarahnya,
tahun berapa ini?
dan aku terpaksa memohon kepada sang Dewa Maya, untuk menanyakan tentang sebuah nama…
ANJING! BANGSAT! TAHIK! ASU!
Tuhan lambat sekali merespon… sekali lagi, ini kutukan! BRENGSEK!
dan ternyata tebakanku benar, percuma saja memohon kepada Dewa yang hidup sejahtera di dunia mitos sana.
Beuh!
yang merepotkan adalah aku harus membolak-bailk catatanku, agar tidak keliru…
ini menghambat kecepatan dan percepatan,
sedangkan mata kiriku sudah mulai tidak berfungsi dengan baik
leher bagian kanan sudah mulai ikut-ikutan secara latah menjadi sakit pula…
apa  lagi sekarang? Ah!
sekarang aku akan mulai berurusan dengan ke-18
ayo, jangan mulai bertingkah pula seperti yang sudah-sudah…
kalau tidak, aku akan kutuk kau seperti keadaan yang terkutuk ini menyiksaku!
Oh, Penguasa Waktu! Ini memang kutukan!
benar kata orang, dan mencelos pula perutku mengingat mereka mengatakannya dengan tawa menakutkan.
Sialan!
hhh…
ternyata yang 18 ini tidak begitu bermasalah.
ada baiknya aku mengaman diri dulu sebentar.
yang ke-19: biru, putih, merah, merah jambu.
What the hell, ternyata yang ini juga bermasalah, tidak seperti tebakanku. Ya Salaaaaaaaaaaaaaam!!!!!!!!
Ah, lama sekali!
Shit, mengapa di saat seperti ini aku ingin kencing pula! Sialaaaaaaaaaan!
amankan sebentar… 
aaaargh, leherku semakin sakit saja!
barusan pula aku berurusan dengan si orang gila. Jancooouuuk!!!
Lamaaaaaaaaaaaaa!
Pantek! lama-lama emosiku semakin habis, mengapa koneksinya semakin tidak karuan saja?!?!?!
sudah hampir dua jam aku duduk di sini, tak juga menuju akhir.
sudah yang ke-37
aku harap ini yang terkahir bermasalah
tinggal menyela-nyelakan beberapa kalimat agar menjadi sempurna.
amankan.
tinjau…
menunggu lagi… Ck!
Emang gila ya, kutukannya tidak pernah selesai! brengsek se brengsek brengseknya!!!
terbitkan!
sebarkan!
Beuh…!
10 Juli, 2011
Advertisements

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s