diwaktu aku harus merombak (otokritik 3)

puisi karya Manshur Zikri
malam,
sudahlah,
jangan kau tersenyum sinis seperti itu
merendahkan aku untuk lebih rendah dari lantai yang dingin ini
aku tahu, kau juga tahu
ada hal yang tidak bisa aku katakan sekarang
kepada siapa pun
kalau Tuhan, tentu dia mendengar
karena sebenarnya, dia juga yang memberi
pukul dua, malam
lebih dari lima jam aku duduk di sini
memutar otak mencari celah
membangun sebaik-baiknya kata
agar bisa menjelaskan sejelas-jelasnya
meskipun aku harus meraba-raba
rasanya, ceramah tadi sore belum cukup
mereka bernostalgia seraya menikmati sayur asam di bawah mu, malam
tepat saat kau baru saja bangun, tadi
sedangkan aku sudah lebih dulu duduk di sini,
merangkai kata, mencari cara
Ya, aku jawab tawamu dengan kejujuran
bahwa aku juga sempat menelan sepotong ayam
haha
ada rasa malu di dalam diriku ini, malam
terutama untuk mengungkapkan
satu hal
pada sesuatu yang harus aku hadapi
jika ingin terlepas dari…
ah, sudahlah…
aku malu
sehari-hari ku masih saja seperti ini
yang semakin lama sebabkanku semakin buruk raga
tapi aku percaya, malam
pikiranku semakin terbuka
walau masih meraba-raba
tapi aku tetap saja malu
meskipun di sela-selanya
aku masih mengumpatkan kata ‘tahik kucing’
pada hal yang tidak aku suka
bahkan pada diriku sendiri, sekarang ini
yang makin aku sadari
terdapat banyak kecacatan
tapi tahik kucing bisa tetap lebih tinggi dari lantai dingin ini
sementara senyummu membuat aku lebih rendah
lebih rendah lagi…
sudah lah, malam
jangan siksa aku
aku mengerti,
menguras tenaga lebih dari ini
hanya akan membuat aku mati
jauh dari suci
dengan infus di tangan, dan pipa di hidung
diiringi ratap dan umpat sekaligus
dan mungkin saja, hingga saat itu tiba
aku belum bisa berkata lebih jujur dari ini
kau tahu, malam
bahkan untuk menerangkan baitan kata ini saja
aku harus berbohong
dan aku membayangkan kau sebagai sesuatu yang harus aku hadapi itu
dia lah penghambat semua kesenangan tiada tara yang aku dambakan
tetapi sekaligus menjadi harapan akan kebahagiaan yang tak terkirakan
sekiranya aku bisa menundukkan… menundukkanmu, malam
nyatanya, sekarang hanya aku yang terus berbicara
kau hanya memberikan senyum tanpa arti
seolah kau tidak menanggapi keluhan
dan masalah yang aku miliki
padahal penyebabnya adalah kau
kau tahu, malam
ketika kau mendekat, aku akan berlari
tetapi kau akan tetap berada di tempatmu
dan aku tetap tak bisa menghindar
karena senyummu itu sudah meraja dalam pikiranku
dan aku muak dengan itu
namun senyummu itu, malam
bagaimana pun juga, membuat aku merasa aku harus tetap menghadapimu
dan memaksa aku, mau tidak mau
memang harus mengakui aku tunduk padamu
malam
tetapi di sisi lain, aku merasa gejolak kesenangan dan semangat
menyadari dengan adanya senyummu itu
aku masih memiliki teman yang diimpikan
tetapi tetap saja sampai sekarang aku tidak bisa menjabarkan persinggungannya
bahkan arsip yang baru saja aku dapatkan
menjadi senjata makan tuan yang harus aku hadapi terlebih dahulu
untuk belajar menjadi jujur
meskipun dengan kesal aku harus menghadapi keisengan seorang yang gila
Ugeng, namanya
Tapi aku senang padanya, malam
bahkan melebihi harapan terhadapmu,
kalau saja kau tidak memberi senyummu yang menyiksa itu
Ah, malam
bisakah kau yang datang padaku,
lalu mengeluarkan kata-kata
dari mulutmu sendiri, tentang aku
tentu aku berharap yang baik-baik saja keluar dari lidahmu
dan kita berdamai
hidup tentram
lalu kita tidur melepas lelah bersama
menyongsong esok pagi
dan…
karena pagi hari kau sudah tidak ada
dan itu hanya akan menjadi mimpi
semalam,
tapi pasti menyenangkan
karena setidaknya, dalam seumur hidupku,
kau mau mengeluarkan kata untukku
bukan hanya sekedar senyum
Ah, malam
berhentilah tersenyum
pergi jauh arungi luasnya langitmu sendiri
tinggalkan aku,
dan berikan aku sedikit ilham untuk menyelesaikan tulisan ini
tanpa harus terganggu olehmu
aku sudah berusaha berkata jujur
maka sampaikanlah ini kepada sesuatu yang harus aku hadapi itu
aku pinta, malam
dengarlah aku, berkatalah padaku
28 Agustus, 2011

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s