belum akhir (otokritik 6)

Puisi oleh Manshur Zikri

Awalnya memang sakit, lama-lama jadi nikmat
tumpah tawa untuk lelucon itu

terkadang, ruang ide itu menyempit
mendorong-dorong menjadi sakit
niat-niat semakin terjepit
jadinya… rumit

terkadang, hati itu berbisik
rayuannya menarik-narik
heningkan segala berisik
korbannya… fisik

bergetar ketika tanpa sengaja dihadap
berbeda rasa ketika menghadap
langkah yang semula berderap
berhenti tanpa tegap

katakan saja
riuhkan sunyinya
pecahkan tegangnya
munculkan sadarnya

kau belum lagi mengenal
belum tiba di ujung terjal
bacaan masih di garis banal
teruslah angkat tinju terkepal

19 September, 2011

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s