Salah satu teori tentang konten televisi yang mempengaruhi penonton

Berikut ini sedikit tinjauan jurnal dari “Early Childhood Television Viewing and Adolescent Behavior: The Recontact Study”, Monographs of the Society for Research in Child Development. Silakan dibaca dan semoga bermanfaat.

——————————————————-

Anderson dan rekan-rekannya (2001) membagi teori tentang peran televisi dalam kehidupan anak-anak menjadi dua kelas besar, yaitu sebagai berikut:

  1. Teori yang menekankan konten yang disajikan oleh televisi
  2. Teori yang memiliki fokus pada jumlah paparan medium televisi

Masing-masing kelas atau kategori tersebut mengajukan penjelasan yang berbeda. Beberapa teori mengajukan ‘efek’ dari medium televisi sementara teori-teori yang lain menekankan peran dari penonton yang memilih bentuk tayangan.

Dalam penelitian ini, akan digunakan satu teori yang masuk dalam kategori pertama, yang dijelaskan oleh Anderson (et al). Teori yang dimaksud adalah content-based theories about television effects. Kategori teori ini menganggap bahwa jika dampak televisi utamanya bergantung pada konten (isi), dan jika konten dari televisi tidak seragam, dampak televisi dapat berbeda-beda tergantung pola penonton dalam menonton terhadap tipe program yang berbeda. Content-based theory mennganggap bahwa jika program televisi menawarkan pesan edukasi dan menampilkan perilaku yang pantas, dia akan berdampak positif bagi penonton. Sebaliknya, jika tayangan yang disajikan tidak pantas, penuh dengan salah persepsi, menjurus antisosial maka akan berdampak negatif kepada penonton.[1]

Lebih jauh, teori ini dibagi lagi menjadi 2, yaitu sebagai berikut:

  1. Learning and Information Processing

Teori learning (dalam Bandura, 1994) dan teori information processing (dalam Huesmann, 1986) dirancang untuk memaparkan mekanisme bahwa orang dapat mempelajari informasi sosial dari televisi. Teori ini menerangkan bahwa anak-anak atau remaja menaruh perhatian, mencerna dan menyimpan dalam ingatan semua informasi dan perilaku yang mereka lihat dan dengar dalam televisi atau media lainnya, kemudian mereka menggunakan informasi tersebut untuk memandu ketertarikan dan aksi mereka dalam keseharian.

Lebih jauh, Huesmann (1986; Huesmann & Miller, 1994) menjelaskan bahwa konten dari medium TV berkontribusi dalam membentuk perilaku kognitif anak dan remaja yang menonton. Mereka yang berkenalan dengan karakter media dan menganggap apa yang ada di televisi sebagai cerminan kenyataan dari dunia cenderung untuk bertindak sesuai apa yang mereka pelajari dari tayangan tersebut.

  1. Cultivation

Teori ini menolak bahasa televisi yang memiliki efek, justru dia mengajukan proses tambahan di mana pesan-pesan dari medium televisi menjadi bersatu dengan konsepsi penonton tentang dunia nyata (Signorielli & Morgan, 1990). Teori ini berpendapat bahwa paparan televisi mana pun berkemungkinan untuk memberi contoh keyakinan yang sama. Namun demikian, analisis isi memperlihatkan bahwa terdapat pesan yang meresap bagi penonton dalam sebagian tayangan program enterteinmen komersil, misalnya daya tarik fisik yang kuat dan bernuansa glamour dianggap penting oleh sebagian besar penonton, atau ada konsepsi bahwa kesuksesan dapat diraih dengan mudah karena pengaruh tayangan komersil tersebut (Signorielli & Morgan, 1990; dalam Anderson, dkk, 2001).


[1] Daniel R. Anderson, Aletha C. Huston, Kelly L. Schmitt, Deborah L. Linebarger, John C. Wright, Reed Larson. (2001). “Early Childhood Television Viewing and Adolescent Behavior: The Recontact Study”. Monographs of the Society for Research in Child Development, Vol. 66, No. 1, hlm. 28-29

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s