bukan tak selalu baku, tetapi kau memang piawai dalam kata-kata, Om!

by Tooftolenk Manshur Zikri on Sunday, 30 January 2011 at 11:32

puisi karya Manshur Zikri, 30 Januari 2011
dua tiga hari
di dalam kereta dan angkot
di kosan yana
di pinggir jalan
di perpustakaan
bahkan di ruang ketika membongkar Usmar Ismail
aku ingat malam itu
“tidak semuanya harus selalu baku”
sadarku mengangguk tentang flesksibilitas
betapa baiknya statement itu
dari mulut seorang ahli:
Kau
jati diriku selalu ingin ‘menumbangkanmu’
aku ingin lebh besar
seperti saudara yang ‘membungkammu’
dalam suatu permainan kartu
karena dia juga seorang ahli
bukan bahasa, tapi matematika
malam itu juga aku mengadu
tentang dua tiga paragraf kepadamu
dengan santai seraya menyulut samsu
kau beberkan penjelasan
buatku bungkam tak melawan
lalu buat ku ingat akan kajian
di universitas yang bagiku jadi pilihan
terkait semua yang seharusnya jadi selingan
tapi, aku terus berpikir
bukankah begitu pesanmu padaku?
“jangan mendekolonisasi benak”
hahaha
seraya ingat, kubongkar satu-satu
dari yang sifat, kerja, penghubung, semuanya
aku mulai dengan lepas, melepasmu
aku tinjau bebas, membebaskanmu
ada pendekatan yang berbeda
antara yang sifat dan yang kerja
aku tiba di satu titik
harus berhadapan dengan gentar
masih teringat dialog sinetron Wiro Sableng
“Meskipun kalian berdua [tiga], aku tidak akan gentar!”
awalnya aku yakin menggentarkanmu
melihatmu malam itu, seharusnya menggentarkanku
“tidak semuanya harus selalu baku”
aku bungkam
gentar untuk melawan
ku coba dengan dua pendekatan itu
yang sifat itu
yang kerja itu
mau tak mau, aku
mendekolonisasi benakku
kemudian, terang sudah semua
bukan tak selalu baku, tetapi kau memang piawai dalam kata-kata, Om!
sangat ‘keras’ akan suatu hal yang apik
“empat kali bolak-balik!” kata Bang Paul
gila!
Memang baku juga lah ujungnya
menggentarku memang tepatnya
ini bukan soal sifat, tetapi kerja
kepalaku cenut cenut memikirnya,
tetapi aku bisa tertawa
sesudahnya.

Like ·  · Share · Delete

    • Nabella Puspa Rani Wuaaaahh…
      Terlampau sulit k3 memahaminya…
      Mantap, mantap, semakin mantap karyamu dik!
      Sekali-kali ingin rasa mlihat engkau membacanya…

      30 January at 11:53 · Like
    • Mira Febri Mellya cie, “i love you om..”
      cie, cenat-cenut..

      30 January at 11:56 · Like ·  2 people
    • Perdana Putri cenat-cenut? :))

      30 January at 12:29 · Like
    • Otty Widasari 

      huahahaha….bukan selalu baku, tapi kau piawai dalam kata2, om. ….
      hei!!! om!
      ooom….
      negerimu dilingkung bukit, selalu timbul tanya ada apa di balik sana? jadilah kau penyair, pelukis, politisi…

      See more

      30 January at 14:15 · Unlike ·  1 person
    • Cetak Diataspita he he he… keren, keren.

      30 January at 20:16 · Like

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s