bayang-bayang

puisi oleh Manshur Zikri, 28 November 2010
kami berangkat dari latarbelakang
berhenti di waktu
semakin sadar kebaikan
terus tenggelam di yang fatal
keinginan dan mimpi kami
menjadi hal yang ingin ditinggalkan
karena kami muak dengan kesadaran
kami harap bisa hidupkan
nabi-nabi yang kami benci
dengan kesadaran
karena mereka membawa wahyu Tuhan
jaman nirleka
aku orang yang tak sadar
karena aku tak ingin jadi nabi
maupun Tuhan
jaman hilangnya batas
bayang-bayang adalah pencekam kami
ketakutan adalah Tuhan manusia
kami muak karena kesadaran
lebih baik pasif dalam naungan sabda
mencebur ke bawah wahyu
setidaknya itu lebih hening
jauh dari bayang-bayang
jauh dari kesadaran
Tuhanku bukan kesadaranku
Tuhanku bukan tabir yang dibuka
Tuhanku di sana
memantau
aku dengan ketidaksadaranku
semakin kami sadar, semakin jauh
terpisah jurang dengan Zat Abadi
kami terbelenggu dalam kesadaran semu
ketidaksadaran yang kau sebut-sebut itu
bayang-bayang kami
adalah kesadaran
nabi, hiduplah lagi
ambil kesadaranmu
kembalikan ketidaksadaranku
sehingga kupeluk Zat Abadi
jauh dari bayang-bayang.

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s