WHITE COLLAR CRIME*

*materi ini diambil dari bahan perkuliahan white collar crime

A. Mitos tentang kejahatan dan penjahat

Kejahatan adalah penyakit sosial.

  • Ingat konsep : Disorganisasi sosial, yaitu “perubahan sosial terjadi karena ada pergeseran social rule dan social value . Disorganiasasi sosial menyatakan bahwa masyarakat menjadi teratur disamping karena keserasian hubungan antar bagian juga didukung oleh seperangkat harapan/tujuan dan seperangkat aturan. (Julian dalam Soetomo, 2008: 83)
  • “Tidak semua anggota masyarakat menerima atau setuju dengan tujuan dan cara yang tersedia tersebut.”
  • Kejahatan dipandang semata-mata merupakan pelanggaran hukum pidana.
  • Penjelasan tentang ciri atau karakter penjahat umumnya dikaitkan dengan :
  • Tanda-tanda fisik pada tubuh (biologis).
  • Kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.
  • Masyarakat kelas bawah.

Sutherland (1949)

Kejahatan kerah putih: “kejahatan yang dilakukan oleh orang yang dihromati, memiliki status sosial yang tinggi, dan berkaitan dengan pekerajaan atau jabatannya.”

 

Mengapa “crime” ?

  • Pola tingkah laku yang merugikan.
  • WCC tidak membahas :
  • Penyimpangan : pola tingkah laku yang bertentangan dengan moralitas masyarakat.
  1. alkohol/narkotika.
  2. Pelacuran.
  3. Perjudian.
  4. Homoseksualitas.
  • Kenakalan : kejahatan, namun pelakunya masih berusia di bawah umur.
  • Pelanggaran hukum pidana semata.

 

Before Sutherland …

  • Edward Alsworth Ross (1907) : Criminaloid, mereka yang memperoleh kemakmuran melalui cara yang memalukan yang belum dilarang oleh pendapat umum. Mereka sesungguhnya bersalah menurut hukum, namun karena di mata masyarakat dan dirinya mereka tidak bersalah, mereka merasa dirinya bukan penjahat.
  • Albert Morris (1935) : Crime of the upper world.

Gilbert Geis (1967)

“penyalahgunaan kekuasaan oleh orang yang terletak di posisi yang tinggi di mana mereka memiliki kesempatan untuk melakukan penyalahgunaan itu.

Geis menemukan bahwa penjahat WCC sering tidak melihat bahwa aksi mereka sebagai kejahatan, dan kareia itu tidak memandang diri mereka sendiri sebagai pelaku kriminal.

 

Herbert Edelherzt (1970)

“tindakan ilegal atau serangkaian tindakan ilegal yang dilakukan dengan cara non fisik dan dengan penyembunyian atau tipu muslihat, untuk mendapatkan uang atau properti, untuk menghindari pembayaran atau kehilangan uang atau harta, atau untuk mendapatkan bisnis atau keuntungan pribadi.”

Marshall Clinard dan Richard Quinney (1973)

Corporate Crime  mengacu kepada “perilaku kriminal badan usaha”, sementara Occupational Crime mengacu pada “perilaku kriminal orang dalam status pekerjaan mereka”.

Laura Schrager dan James Short (1978)

bahwa white collar crime terjadi dalam konteks the operative goals of the organization, tujuan aktual yang tidak dinyatakan dari suatu organisasi, dan sering kali berbeda dari tujuan resminya (official goals).

 

Clinard dan Peter Yeager (1980)

“… setiap tindakan yang dilakukan oleh korporasi yang dihukum oleh negara, terlepas dari apakah itu dihukum berdasarkan hukum administrasi, perdata, atau pidana. ”

Albert Biderman dan Albert Reiss (1980)

tidak harus berasal dari golongan upper-class, dapat melakukan kejahatan di dalam perannya ketika melakukan pekerjaan. Sehingga white collar crime dapat juga didefinisikan sebagai “a violation of a position of trust”.

United States Department of Justice (1981)

kejahatan kekerasan untuk keuntungan keuangan yang dilakukan dengan cara penipuan oleh orang-orang yang kerja status kewirausahaan, profesional atau semi-profesional dan memanfaatkan keterampilan khusus mereka pekerjaan dan kesempatan, juga, kejahatan tanpa kekerasan untuk keuntungan keuangan menggunakan penipuan dan dilakukan oleh siapapun yang memiliki khusus teknis dan profesional pengetahuan tentang bisnis dan pemerintahan, terlepas dari pekerjaan orang tersebut.

 

Wheeler, Weisburt, dan Bode (1982)

“pelanggaran ekonomi yang dilakukan dengan penggunaan kombinasi penipuan, kecurangan, atau persengkongkolan.”

Clinard (1990)

“that person may have committed a white-collar offense, since she engaged in an unethical and/or immoral behavior in her occupational context”.

Periode dan pokok bahasan

  • Periode sebelum sutherland, WCC lebih fokus pada individu
  • Masa Sutherland, fokus WCC lebih individual dan professional
  • Pasca Sutherland, fokus WCC lebih kepada korporasi dan cybercrime

Pembagian WCC:

–           Organizational WCC

  • Corporate
  • Government

–           Occupational WCC

  • Professional
  • Individual

–           Cybercrime

Fokus pada pelaku

–           selalu melibatkan kekerasan terhadap orang atau properti;

–           langsung berhubungan dengan penjualan, pemilikan, atau distribusi narkotika;

–           langsung berhubungan dengan kegiatan kejahatan terorganisir;

–           langsung berhubungan dengan kebijakan nasional seperti imigrasi, hak-hak sipil, dan keamanan nasional; atau

–           langsung melibatkan “kejahatan wakil” atau pencurian umum properti.

B. TEORI WHITE COLLAR CRIME

 

Differential Association

Sutherland, 1983.

 

–     Teori asosiasi diferensial mendalilkan bahwa “perilaku kriminal dipelajari dalam hubungan dengan orang-orang yang mendefinisikan perilaku kriminal tersebut baik, dan di isolasi dari orang-orang yang mendefinisikan itu tidak baik, dan bahwa orang dalam situasi yang sesuai terlibat dalam kejahatan kerah putih jika, dan hanya jika, berat definisi menguntungkan melebihi berat definisi yang kurang baik. ”

–     Dipelajari:

“… sikap dan orientasi budaya yang mendefinisikan perilaku bisnis ilegal dalam hal menguntungkan yang meresap di seluruh dunia bisnis. Pendatang baru dunia bisnis disosialisasikan untuk menerima sikap dan orientasi. Mereka belajar bagaimana untuk melakukan beberapa jenis pelanggaran dan bagaimana merasionalisasi pelanggaran ini sehingga, dalam pikiran pelaku, mereka dipandang sebagai praktik bisnis yang dapat diterima, biasa, dan perlu. Dengan demikian, budaya kriminal kerah putih menembus dunia bisnis dan diteruskan dari satu generasi eksekutif dan karyawan ke yang berikutnya. ”

–     Terisolasi:

Anggota komunitas bisnis terisolasi dari definisi negatif terhadap pelanggaran hukum karena pemerintah, industri hiburan, dan media berita secara tradisional kejahatan disamakan dengan kelas-kelas sosial ekonomi rendah. Oleh karena itu, pelaku bisnis jarang dihadapkan dengan definisi yang tidak menguntungkan dari perilaku mereka, dan mereka tidak mungkin mengalami pelabelan kriminal.

Social disorganization

–     Anomie, mengacu pada kurangnya standar yang berkenaan dengan perilaku di daerah tertentu dari aksi sosial.

–     Konflik standar, mengacu pada konflik antara kelompok sosial dengan mengacu pada praktik tertentu.

–     Bukti Empiris

  • Pelaku WCC berasal dari keluarga dan lingkungan baik-baik, yang tidak mempunyai catatan kenakalan.
  • Pelaku WCC tidak direkrut dari anak nakal.
  • Sebagai bagian dalam proses belajar bisnis, pemuda-pemuda dilantik menjadi pelaku WCC.
  • Terdapat kekaburan dalam praktik tindakan bisnis yang tidak sah.
  • Pendidikan moralitas di rumah tidak meliputi pendidikan praktik bisnis.

Tidak Kritisnya Pemerintah Terhadap Tindakan Tidak Sah Pelaku Bisnis Karena:

  1. pada umumnya orang pemerintahan secara budaya sama dengan orang bisnis, yaitu berasal dari kelas atas.
  2. banyak orang dalam pemerintahan adalah anggota dari keluarga yang mempunyai anggota di lingkungan bisnis.
  3. banyak orang dari kalangan bisnis berteman dan berhubungan akrab dengan orang-orang dalam pemerintahan. hampir semua orang penting di pemerintahan mempunyai banyak teman dekat di kalangan  bisnis, dan hampir semua orang penting di bisnis mempunyai banyak teman akrab di pemerintahan.
  4. banyak orang di pemerintahan yang sebe-lumnya berhubungan dengan dunia bisnis sebagai eksekutif, penasihat hukum, direktur, atau dalam kapasitas yang lain.dalam masa peperangan, khususnya, ba-nyak orang pemerintahan yang memperta-hankan hubungan bisnisnya.
  5. banyak orang dalam pemerintahan berha-rap untuk mendapatkan kembali pekerja-annya di lingkungan bisnis bila berhenti bekerja di lingkungan pemerintahan. pekerjaan di pemerintahan seringkali merupakan langkah awal menuju karir dalam dunia bisnis. relasi dibangun ketika bekerja di pemerintahan, dan informasi dari dalam diperlukan masa itu, dibawa terus setelah terjun ke bisnis.
  6. binis sangat mempunyai kekuatan di amerika dan dapat merusak maupun menopang program pemerintah yang penting bagi orang-orang pemerintahan.
  7. program-program pemerintah sangat erat berhubungan dengan partai politik, dan untuk keberhasilan mereka dalam kampa-nye politik, partai politik tergantung pada dukungan finansial yang besar dari pelaku bisnis yang penting.

Cressey, Kecurangan Manager

  • manajer (keuangan) melanggar kepercayaan yang diberikan kepadanya karena ia mempunyai kesulitan keuangan, diikuti adanya proses psikologis:
  1. kesulitan keuangan merupakan masalah pribadi yang tidak dapat diceritakan kepada orang lain.
  2. mempunyai cara penyelesaian masalah secara rahasia, dengan melanggar kepercayaan.
  3. mempunyai kemampuan mencari dalih atas tindakannya agar tidak bertentangan dengan citra dirinya sbg orang yang dapat dipercaya (cressey: 1986: 199).

FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHASILKAN KESULITAN KEUANGAN

  1. terjadi akumulasi hutang yang sah maupun tidak sah, yang diyakini tidak selaras dengan peran sosialnya, shg tidak dapat diceritakan kepada orang lain
  2. kegagalan pribadi yang berhubungan dengan resesi atau kekeliruan pribadi dalam investasi
  3. resiko bisnis. serupa dengan kegagalan pribadi, kasus berusaha menyelamatkan bisnis yang sedang menuju kehancuran
  4. isolasi fisik.dalam tekanan keuangan tetap merasa kaya dan mampu. tidak pernah berfikir meminta bantuan
  5. pencapaian status. ingin meningkatkan status sosial melalui pergaulan kelas atas
  6. hubungan majikan – pegawai. balas dendam terhadap majikan. pegawai merasa tidak mempunyai sumber daya yang sah atau tidak cukup untuk melaksanakan dendam

Anomie

  • For Merton, anomie referred not only to a sense of normlessness, as Durkheim proposed, but to a distinctive feature of American  society (Merton, 1938).
  • Passas, 1990.
  • Anomic environment:
    • “sebuah ketidakpastian budaya dan kebingungan tentang di mana garis antara perilaku bisnis yang dapat diterima dan tidak dapat diterima harus ditarik.
    • “Mengapa muncul?
      • Korporasi bersaing dengan satu sama lain untuk memaksimalkan keuntungan dalam game yang tidak pernah berakhir.
      • Struktur kompetitif ekonomi kapitalis, perusahaan secara terus menerus di bawah tekanan untuk berbuat lebih baik.

 

Integrated Theory

Braithwaite, 1989.

–     From strain theory:

–     Kegagalan untuk mencapai tujuan sangat dihargai, seperti keberhasilan material, menciptakan tekanan atau regangan menyimpang.

–     Ketersediaan sarana sah untuk mencapai tujuan diblokir.

–     From subculture theory:

–     Tujuan haram (ilegal) yang dibuat tersedia melalui subkultur menyimpang.

–     Subkultur Deviant mungkin mencoba untuk memaksa anggota agar sesuai dengan nilai-nilai subkultur dan harapan.

–     From social control theory:

–     Memperkuat pengendalian internal terhadap perilaku ilegal.

–     Ini bisa dicapai ketika para pemimpin organisasi mempromosikan nilai-nilai pro-sosial, mensosialisasikan semua anggota perusahaan untuk nilai-nilai, dan membuat unit kontrol internal yang kuat untuk memonitor kepatuhan perusahaan dengan hukum.

–     From labelling theory:

–     Mempermalukan, yang dalam kasus perusahaan bisnis dilakukan terutama oleh badan pengatur, mungkin baik stigma atau reintegrative. Ketika aktor distigma, mereka diperlakukan sebagai orang buangan, dan keterlibatan mereka dalam penyimpangan diperlakukan dengan indikasi sebagai orang yang benar-benar menyimpang.

Coleman, 1987.

–     WCC dihasilkan dari “kebetulan motivasi yang tepat dan kesempatan.”

–     Motivasi mengacu pada konstruksi simbolik yang menentukan tujuan-tujuan tertentu dan sebagai  kegiatan diinginkan.

–     Sebuah kesempatan adalah aksi potensial yang disediakan oleh set tertentu dari kondisi sosial dan bahwa aktor mengakui tersedianya peluang itu

–     Motivation:

  • “WCC menggunakan neutralizations dan rasionalisasi untuk membenarkan atau alasan perilaku yang ilegal.”
  • “neutralizations yang pelaku gunakan untuk membenarkan kejahatan mereka berakar pada apa yang dia sebut “culture of competion. “
  • Budaya kompetisi mengacu pada kompleks keyakinan umum dalam masyarakat kapitalis yang memegang bahwa mengejar kekayaan dan kesuksesan adalah tujuan utama dari usaha manusia.

–     Opportunity:

1. Attractiveness:

  • –     Gain. Keuntungan.
  • –     Risk. Risiko.
  • –     Compatibility. Kompatibilitas.
  • –     Availability. Ketersediaan

2. Distribution of opportunity:

  • § Law and enforcement.
  • § The structure of an industry, sedikit atau banyak pemain?
  • § The structure of organization, multidivisi?
  • § Occupations, supervisi dan posisi?


ORGANIZATIONAL CRIME

a. Government WCC

–     dilakukan oleh pejabat negara untuk kepentingan negara

–     dapat dilakukan dalam bentuk tindakan, misalnya penindasan terhadap warga negara atau oposan (crime by commission)

–     dapat dilakukan dalam bentuk pengabaian kewajiban (crime by ommission)

–     butir 2-3 terkait dengan pelanggaran ham

–     dapat merupakan tindakan agresi terha-dap negara lain (dimensi internasional), atau bertentangan dengan hukum inter-nasional.

Cirri-ciri

–     merupakan otoritas resmi yang diikat oleh adanya peraturan.

–     setiap kantor mempunyai lingkup kompetensi yang khusus dan mempunyai cara untuk memaksakan kewenangan tersebut.

–     hubungan antar kantor disusun secara hirarkis.

–     setiap kantor mempunyai kualifikasi teknis yang memerlukan pelatihan teknis bagi birokratnya.

–     birokrat dan stafnya tidak memiliki sarana produksi sendiri

–     pejabat tidak boleh menguasai jabat-annya, jabatan adalah milik orga-nisasi

–     tindakan administratif, keputusan-keputusan, peraturan-peraturan di-rumuskan dan dicatat secara tertulis (ritzer, 1992:234)

Analisa weber terhadap brikorasi

  1. birokrasi adalah organisasi peja-bat fungsional.
  2. mempunyai pembagian kerja yang rinci dan rumit.
  3. birokrat bekerja berdasarkan sop.
  4. birokrasi harus bekerja efisien.
  5. setiap birokrat hanya betanggung jawab atas pekerjaannya yang khu-sus.
  6. birokrat dapat terjebak untuk mencari keuntungan pribadi.

b. Corporate WCC

–     dilakukan untuk keuntungan organisasi korporasi.

–     pada umumnya terkait dengan bisnis inti korporasi

–     dapat merupakan pelanggaran di luar bisnis inti, tetapi meng-untungkan korporasi

–     dampaknya dapat bersifat transnasional

Ciri-ciri

  1. merupakan organisasi yang secara resmi didirikan (badan hukum) untuk mencari keuntungan finansial.
  2. sebagai badan hukum dapat mengua-sai modal yang tidak dipengaruhi kematian atau pengunduran diri pemiliknya (clinard, yaeger, 1980).
  3. pemilik badan usaha tidak selalu menjalankan sendiri usahanya.
  4. menuntut hukum pasar (liberal).
  5. ciri badan usaha sekarang selain mencari keuntungan juga memba-ngun struktur hirarki, manajemen lebih berperan daripada pemegang saham (clinnard, yaeger, 1980)
  6. badan usaha menjadi organisasi so-sial, instrumen politik,kekuatan eko-nomi dan subyek hukum (millar, 1976).
  7. pengendali badan usaha adalah top menajemen. pemegang saham adalah penggugat sah untuk mendapat keun-tungan (berle, means, 1932 [clinard yaeger, 1980])

 

OCCUPATIONAL CRIME

“pelanggaran hukum yang dilakukan terutama oleh kelompok-kelompok seperti pengusaha, orang-orang profesional, dan politisi sehubungan dengan pekerjaan mereka.”

(Clinard, 1946, 1952). Occupational crime terjadi ketika kejahatan dilakukan untuk mempromosikan kepentingan pribadi. Kejahatan yang masuk dalam kategori ini termasuk mengubah buku oleh akuntan dan pengisian yang berlebihan atau kecurangan klien oleh pengacara.

Bloch and Geis (1962)

(1) crimes by professionals, e.g. doctors and lawyers;

(2) crimes by employees against employers, e.g. embezzlement;

(3) crimes by policy makers of corporation on behalf of the corporation, e.g. price-fixing.


Bloch and Geis (1970)

  • Perorangan sebagai perorangan.
  • Pegawai terhadap perusahaannya.
  • Pembuat kebijakan untuk perusahaannya.
  • Agen perusahaan terhadap masyarakat umum.
  • Pedagang terhadap masyarakat.

 

Edelhertz (1970)

(1) kejahatan terhadap pemerintah oleh pejabat publik;

(2) kejahatan terhadap pemerintah oleh warga negara swasta;

(3) kejahatan terhadap bisnis;

(4) kejahatan terhadap investor;

(5) kejahatan terhadap konsumen;

(6) kejahatan terhadap karyawan, dan

(7) kejahatan yang mempengaruhi kesehatan masyarakat.

Green (1990)

(1) crimes for the benefit of one’s employer;

(2) crimes by government officials;

(3) crimes by professionals in the course of doing business; and

(4) crimes by individuals in the course of their occupation

Jo Ann Miller (1991)

individual occupational crime

  1. merupakan pekerjaan yang sah
  2. merupakan pekerjaan dengan kedu-dukan terhormat (membutuhkan intelektualitas)
  3. menerima gaji dari pihak lain /  orga-nisasi
  4. dapat disalahgunakan untuk meru-gikan pihak lain (individual, sesama pegawai, majikan)
  5. dilakukan untuk keuntungan sen-diri
  6. contoh:
  7. Penipuan.
  8. Korupsi.
  9. Suap.

professional occupational

  1. memerlukan pendidikan profesi
  2. diikat oleh kode etik
  3. bekerja berdasarkan sop
  4. memperoleh penghasilan dari jasa profesional yang diberikan kepada klien/pasien
  5. memerlukan ijin praktik (lisensi)
  6. mengangkat sumpah
  7. wajib menjaga rahasia/kepentingan klien
  8. contoh:
  9. Mal praktik dokter.
  10. Penghindaran pajak oleh akuntan.

Hagan (1989)

  1. Pelaku individu korban individu, contoh pedagang vs konsumen
  2. Pelaku pegawai korban individu, contoh  korupsi individual
  3. Pelaku organisasi korban individu, contohnya iklan sesat
  4. Pelaku pegawai korban pegawai, contohnya ijon untuk pekerjaan
  5. Pelaku organsiasi korban pegawai, contohnya jaminan keselamtan kerja
  6. Pelaku individu korban organisasi, contohnya melanggar bayar pajak
  7. Pelaku pegawai korban organisasi, contohnya penggelapan uang
  8. Pelaku organisasi korban organisasi, contohnya monopoli perdagangan.

Author: Manshur Zikri

Penulis

5 thoughts on “WHITE COLLAR CRIME*”

  1. Mau siapapun yang melakukan kejahatan, mau orang berpunya, orang miskin, orang berpendidikan, orang tak berpendidikan, selama perbuatannya merugikan orang banyak, itu gak bener!😦

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s