Review Jurnal: The effect of enforcement on merchant compliance with the minimum legal drinking age law

Oleh teman satu kelompo: Visindo Rikardi

Penulis: Richard Scribner dan Deborah Cohen

Sumber: Journal of Drugs Issues 31(4), 857-866

 

Permasalahan:

Adanya pendapat bahwa peraturan Minimum Legal Drinking Age (MLDA) laws di Amerika tidak efektif untuk menekan peredaran minuman beralkohol ke remaja di Amerika Serikat yang menyebabkan banyak dampak buruk bagi peminum beralkohol yang memicu efek buruk lainnya.

Oleh karena itu penelitian ini digunakan untuk mengukur kefektifan hukum tersebut terhadap pencegahan penjualan minuman beralkohol kepada remaja.

Subjek penelitian:

Dalam penelitian ini subjek penelitiannya adalah penjual minuman beralkohol yang hanya ada di New Orleans bukan para remaja yang mengkonsumsi alkohol

Proses penelitian:

Pertama-tama adalah menentukan subjek penelitiannya yaitu penjual minuman beralkohol pertama-tama dipilih secara acak 155 toko di New Orleans, namun saat berjalannya penelitian ini, 12 toko menutup tokonya atau berhenti menjual alcohol, sehingga data yang diperoleh hanya dari sisa toko yang ada yaitu 143 toko.

Penelitian ini bekerja sama dengan the Louisiana Department of Alcoholic Beverage Control (ABC) untuk menjamin protocol penelitian yang diikuti. Penelitian ini juga bekerjasama dengan para remaja yang disengaja peneliti untuk membeli minuman beralkohol di sample tempat penjualan alcohol yang telah ditentukan sebelumnya.

Penilaian ini dilakukan dengan cara pemeriksaan kepatuhan dilakukan di awal (TO), lima bulan setelah awal (dua bulan setelah kampanye penegakan) (T 1), dan dua belas bulan setelah awal (T3). Acara ini baik diliput oleh media, yang melibatkan sebuah konferensi pers yang dihadiri oleh Walikota dan Komisaris ABC. Penelitian itu diliput ketiga jaringan televisi berita malam, dan surat kabar New Orleans harian besar yang berada di halaman depan.

Penilaian kepatuhan dengan cara peneliti menyaksikan bagaiman kasir toko melayani pembeli yang membeli minuman beralkohol, jika kasir tidak meminta kartu identitas untuk melihat usia pembeli maka toko tersebut dinyatakan gagal dalam kepatuhan terhada peraturan MLDA.

Tiga gelombang pemeriksaan kepatuhan dilakukan pada gerai yang sama di setiap gelombang. Pemeriksaan kepatuhan dasar dilakukan dari bulan November 1995 sampai Januari 1996 (waktu 0). ABC bekerjasama pada 51 dari pemeriksaan kepatuhan. Toko yang tidak patuh dari 51 dijadikan dasar untuk komponen advokasi media. Gelombang kedua dari pemeriksaan kepatuhan dilakukan dari April 1996 sampai dengan Mei 1996 (1 waktu). Gelombang terakhir dari pemeriksaan kepatuhan dilakukan dari bulan Desember 1996 sampai Januari 1997 (waktu 2).

Hasil:

Pada awal, hanya 11,2% (16 / 143) dari toko itu memenuhi peraturan tersebut. Setelah intervensi, kepatuhan meningkat menjadi 39,9% (p <.001). Peningkatan kepatuhan terbesar adalah di antara outlet menerima kutipan untuk ketidakpatuhan (23/45, 51 1%;. P <.001), namun peningkatan yang signifikan pada kepatuhan (34/98, 34,7%, p <.001) adalah diantara outlet yang tidak menerima kutipan tapi hanya terkena liputan media dari penerbitan kutipan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pencegahan yang terdiri dari pemeriksaan kepatuhan dan ancaman sanksi, efektif dalam meningkatkan kepatuhan penjual minuman beralkohol terhadap peraturan minimum usia untuk mengkonsumsi alcohol atau Minimum Legal Drinking Age (MLDA) laws.

 

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s