Review Journal: The Relationship Between Crime, Punishment and Economic Conditions: Is Reliable Inference Possible When Crimes are Under-recorded?

Author(s): Stephen Pudney, Derek Deadman, David Pyle

Source: Journal of the Royal Statistical Society. Series A (Statistics in Society), Vol. 163, No. 1(2000), pp. 81-97

 

Jurnal ini membahas tentang estimasi (perkiraan) model dinamis dari aktivitas pidana yang mungkin penting di dalam catatan kriminal. Di dalamnya diberikan analisis teoritis dan teknik dalam menggunakan simulasi untuk menyelidiki hasil yang bias dalam perkiraan regresi konvensional. Dalam penelitiannya, dikembangkan dan diterapkan bentuk baru dari prosedur kemungkinan maksimum yang tersimulasi, yang memperkirakan secara simultan kesalahan pengukuran dan proses kriminal, dengan menggunakan data asing. Hasil perkiraan terhadap data dari Inggris dan Wales menyiratkan respon yang penting dari kejahatan, baik dari segi ekonomi dan lingkungan penegakan hukum.

Makalah ini mencoba untuk menentukan apakah ada kesalahan fatal dalam prosedur penentuan hukuman terhadap kejahatan yang berdasarkan ekonomi, dengan menilai dampak dari masalah kesalahan pengukuran dalam konteks pemodelan statistik formal, dan dengan mengembangkan suatu cara yang masuk akal dalam memproduksi pengkoreksian perkiraan dari model kejahatan dengan motif ekonomi.

Dasar analisis dari penelitian yang dilakukan oleh Stephen Pudney, dkk dalam menelaah pengaruh kesalahan pengukuran adalah model generik dari aktivitas kriminal, dengan menggunakan model simulasi Monte Carlo. Model generik tersebut hanya sebagai representasi sehingga perlu diperkirakan data yang nyata dibandingkan dengan mengasumsikan nilai parameter priori. Sebagai ukuran dasar tentang kejahatan, diteleliti sejumlah perampokan rumah, karena kasus tersebut dianggap sebagai kategori terbesar dan terpenting. Model tersebut terdiri dari variabel penjelas, yang mewakili pencegahan, dan variabel faktor-faktor motivasi.

Variabel pencegahan, terdiri dari:

  1. Probabilitas hukuman
  2. Probabilitas bersyarat dari hukum penjara
  3. Eksptektasi rentang waktu dari tahanan yang dijatuhi hukuman oleh pengadilan.

Variabel motivasi adalah

  1. Pengangguran
  2. tingkat konsumsi pribadi nyata dan
  3. prevalensi laki-laki muda dalam populasi.

Strategi analisa yang digunakan adalah dengan mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Hale (1998, 1999) dan Osborn, yang menggunakan variabel pengangguran dan konsumsi, dalam upaya untuk menjelaskan kejahatan proteprti di Inggris dan Wales. Pengangguran sering dianggap sebagai indikator dari penderitaan sosial yang mungkin mendorong beberapa individu untuk melakukan kejahatan, sedangkan konsumsi bisa ditafsirkan sebagai iming-iming bagi munculnya potensi kejahatan. Laki-laki muda secara luas dianggap sebagai kelompok demografis yang memiliki kecenderungan kuta untuk melakukan kejahatan.

 

Model koreksi eror Burglary

Salah satu cara untuk menjaga konsistensi informasi adalah dengan memperkirakan error correction model (ECM) yang menggabungkan kedua infomrasi jangka panjang dan jangka pendek pada hubungan antara kejahatan dan variabel penjelas.  Ini hanya bisa dilakukan ketika hubungan jangka panjang antara tingkat kejahatan dan tingkat variabel penjelas adalah hubungan yang terintegrasi, dimana residual dari tingkat hubungan jangka panjang itu sendiri adalah seimbang. Prosedur umum dari perkiraan yang digunakan adalah prosedurnya Engle dan Granger (1987), yang bekerja dalam dua tahap. Pertama, model diperkirakan dalam tingkat oleh OLS dan resiunya diuji untuk keseimbangan, menggunakan tes ADF. Perikraan kefisiennya diperoleh sebagai dengan persamaan:

Langkah yang kedua dari prosedur Engle-Granger adalah memperkirakan model koreksi eror, yang persamaanya sebagai berikut:

Hasil kesimpulan penelitian

Kesalahan pengukuran hubungan antara kejahatan, hukuman dan situasi ekonomi merupakan isu yang sangat penting dalam pemodelan statistic kejahatan, karena laporan yang ada di dalam catatan kriminal merupakan hal yang sagnat serius. Hasil dari penelirian di dalam jurnal ini memiliki dua kesimpulan. Yang pertama adalah sebuah argument yang didasarkan pada teorema limit sentral menunjukkan bahwa dalam hal pelaporan kesalahan kejahatan, kesalahan pengukuran dalam arti tertentu harus sistematis. Jika praktek pelaporan bervariasi dari waktu ke waktu, kesalahan pengukuran yang dinamis akan menghasilkan bias yang kompleks.

Kedua, hasil penelitan telah menemukan bahwa sifat umum dari kesalahan (bias) pengukuran dalam model ECM kejahatan tersebut tidak terlalu serius. Simulasi Monte Carlo menungkapkan bahwa bias koefisien secara statistik adalah signifikan, tetapi dalam banyak kasus diabaikan untuk semua tujuan praktis. Masalah yang paling serius adalah bias berada dalam efek jangka pendek dan jangka panjang estimasi tingkat hukuman, dan efek jangka pendek merubah jumlah laki-laki muda dalam populasi. Oleh karena itu dikembangkan pengukur kemungkinan maksimum yang baru, yang disimulasikan untuk memperbaiki bias tersebut, dengan menggabungkan hasil survey data asing dengan seri kejahatan resmi (yang tercatat). Namun hasilnya berbeda rai perkiraan OLS sederhana dengan jumlah yang berada di titik ketidak pastian dalam perkiraan statistik. Namun demikian, dengan cara ini, telah ditemukan bukti efek jera yang cukup kuat dari hukuman, penjara, dan rentang waktu hukuman, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

 

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s