Pendekatan dalam Strategi Pencegahan Kejahatan

NAMA            : MANSHUR ZIKRI

NPM               : 0906634870

Laporan Kuliah

Mata Kuliah Strategi Pencegahan Kejahan

 

Strategi pencegahan kejahatan memiliki tiga pendekatan, yaitu pendekatan secara sosial (social crime prevention), pendekatan situasional (situtational crime prevention), dan pencegahan kejahatan berdasarkan komunitas/masyarakat (community based crime prevention).

Pendekatan yang pertama, social crime prevention, merupakan pendekatan yang berusaha mencegah kejahatna dengan jalan mengubah pola kehidupan sosial daripada bentuk fisif dari lingkungan. Pencegahan kejahatan dengan pendekatan ini menuntut intervensi dari pemerintah yang menyusun kebijakan dan penyedia fasilitas (alat-alat) bagi masyarakat dalam upaya mengurangi perilaku kriminal, dengan mengubah kondisi sosial masyarakat, pola perilaku, serta nilai-nilai atau disiplin-disiplin yang ada di masyarakat.

Pendekatan sosial ini lebih menekankan bagaimana agar akar dari penyebab kejahatan dapat ditumpas. Sasaran penyuluhan yang dilakukan oleh pembuat kebijakan adalah masyarakat umum dan pelaku-laku yang berpotensi melakukan kejahatan. Pendekatan ini memiliki hasil jangka panjang, tetapi sulit untuk mendapatkan hasil secara instan karena dibutuhkan pengubahan pola sosial masyarakat yang menyeluruh.

Fokus utama pencegahan kejahatan dengan pendekatan sosial ini adalah kepada anak-anak dan remaja, dan juga kelompok-kelompok yang termarjinalkan.  Pencegahan kejahatan dengan pendekatan sosial ini dapat dibagi menjadi 5 area:

  1. Pencegahan kejahatan terhadap anak usia dini atau yang berada dalam masa perkembangan.
  2. Pendekatan pengembangan masyarakat
  3. Pencegahan yang memiliki fokus pada lembaga-lembaga seperti sekolah dan perusahaan yang memiliki karyawan (bukan individu)
  4. Pencegahan dengan cara pengalihan program untuk kelompok-kelompok yang beresiko
  5. Media dan publikasi lain yang bertujuan untuk mensosialisasikan perubahan nilai-nilai.

Pendekatan yangkedua adalah situational crime prevention, yang memiliki tiga indikasi untuk menentukan definisinya, yaitu:

  1. Diarahkan pada bentuk-bentuk kejahatan yang spesifik.
  2. Melibatkan manajemen, desain atau manipulasi keadaan leingkungan sekitar dengan cara yang sistematis.
  3. Menjadikan kejahatan sebagai suatu hal yang sulit untuk terjadi, mengkondisikan bahwa kejahatan yang dilakukan akan kurang menguntungkan bagi pelaku (Clarke, 1997).

Situational crime prevention pada dasarnya lebih menekankan bgaimana caranyamengurangi kesempatan bagi pelaku untuk melakukan kejahata. Dengan demikian, seorang pencegah kejahatan harus memahami pikiran rasional dari para pelaku. Hasil dari pendekatan ini adalah untuk jangka pendek.

Pendekatan yang ketiga, community-based crime revention, adalah pencegahan berupa operasi dalam masyarakan dengan melibatkan masyarakat secara aktif bekerja sama dengan lembaga loal pemerintah untuk menangani masalah-masalah yang berkontribusi untuk terjadinya kejahatan, kenakalan, dan gangguan kepada masyarakat. anggota masyarakat didorong untuk memainkan peran kunci dalam mencari solusi kejahatan. Hal ini dapat dicapai dengan memperbaiki kapasitas dari anggota masyarakat, melakukan pencegahan secara kolektif, dan memberlakukan kontrol sosial informal.

Pencegahan kejahatan berbasi masyarakat dapat meliputi:

  1. Community policing, yaitu pendekatan kebijakan yang mempromosikan dan mendukung strategi untuk mengatasi masalah kejahatan melalui kemitraan polisi dengan masyarakat.
  2. Neighborhood Watch, yaitu sebuah strategi pengrehan masyarakat, di mana kelompk-kelompok dalam masyarakat mengatur, mencegah, dan melaporkan kejahatan yang terjadi dilingkungan mereka.
  3. Pemberlakuan program-program seperti Comperhensive Communities, yang menggabungkan beberapa pendekatan untuk menanggapi masalah dalam masyarakat;
  4. Aktivitas penegakan hukum khusus yang berhubungan dengan kejahatan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Clarke, Ronald V. (ed.) Situational Crime Prevention: Successful Case Studies. Second Edition. New York: Harrow and Heston Publisher, 1997.

Social Crime Prevention. Diakses dari http://www.agd.sa.gov.au/services/crime_prevention/pdfs/ SocialCrimePreventionFactSheet.pdf, Maret 2011.

What Are Community-Based Crime Prevention Programs?. Bureau of Justice Assistance. Center for Program Evaluation and Performance Measurement. Diakses dari http://www.ojp.usdoj.gov/BJA/evaluation/program-crime-prevention/cbcp1.htm, Maret 2011

 

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s