Sosiologi: Definisi dan Cakupan Perubahan Sosial

Tugas Mata Kuliah Teori Sosiologi

Departemen Kriminologi, FISIP UI

Tugas Review SPP1

Oleh Manshur Zikri, 0906634870

 ___________________________________________________________________________

 

Judul Asli          :  Sosiologi: Definisi dan Cakupan Perubahan Sosial

Dosen                  :  Mohammad Kemal Dermawan

 

 

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang sistematis dan obyektif, yang mempelajari tentang manusia dan kelompok manusia, tingkah laku sosial dan antar hubungan sosial di antara tingkah laku manusia, interaksi sosial, serta perubahan-perubahan di dalam struktur sosial, dengan menggunakan teknik-teknik penelitian dan hipotesa yang dapat diuji sehingga dalam waktu kemudian menerima penolakan akan hasil penelitiannya jika memang salah atau belum sempurna, berdasarkan pada metoda ilmiah, dan kesimpulan atau temuan-temuan terkini yang didapat dari penelitian bias dengan emosi atau preferensi.

Istilah-istilah kunci yang sering terdapat dalam sosiologi, antara lain adalah sebagai berikut:

  • Empirical Evidence (Bukti Empiris): Data dihasilkan dari observasi dan pengalaman, tidak dari desas-desus. 
  • Theories (Teori): Sebuah penjelasan tentang hubungan di antara fakta-fakta spesifik.
  • Ecological Fallacy (Kekeliruan Ekologis): Ketika hasil penyelidikan pada level kelompok diterapkan pada individu.
  • Debunking (Menggali): Melihat di luar yang tampaknya jelas, tingkat permukaan. Menjadi skeptis.
  • Social marginality (Marginalitas Sosial): Orang-orang yang dalam derajat tertentu tereksklusi dari “arus utama”.

 

Teori Sosiologi

Pengertian dari teori adalah suatu pernyataan yang berusaha menjelaskan masalah-masalah atau aksi-aksi, termasuk di dalamnya tingkah laku manusia, yang sangat spesifik dalam kedalaman dan maknanya serta dapat mencakup suatu peristiwa yang berjangkau luas.

            Ada dua sudut pandang yang saling berlawandan dalam hal memandang suatu permasalahan dan aksi-aksi tersebut, yaitu:

  • Perspektif Makro: perhatian langsung ke kelompok sosial berskala luas.
    • Fungsionalisme Struktural, menekankan kepada keteraturan (order) dan mengabaikan konflik dan perubahan-perubahan dalam masyarakat.
    • Perspektif Konflik, masyarakat senantiasa berada dalam proses perubahan yang ditandai oleh pertentangan yang terus menerus diantar unsur-unsurnya.
  • Perspektif Mikro: perhatian berkonsentrasi pada kerincian dari interaksi di antara individu, kebanyakan dalam kelompok kecil (sudut pandang berskala sempit)
    • Interaksionisme Simbolik, memfokuskan diri pada hakekat interaksi, pada pola-pola dinamis dari tindakan sosial dan hubungan sosial. Interaksi sendiri dianggap sebagai unit analisis: sementara sikap-sikap diletakkan menjadi latar belakang.

 

Metode Ilmiah

Metode ilmiah adalah langkah-langkah yang sistematik dan terorganisir yang menjamin realibilitas, obyektivitas, dan konsistensi untuk meraih solusi bagi suatu masalah. Dalam mengkaji permasalahannya, ilmu sosiologi menerapkan metode ilmiah untuk mendapatkan kesimpulan.

 

Perhatian Sosiologi

  • Sosialisasi :  menekankan tingkat kekuatan-kekuatan sosial yang dapat mempengaruhi, membatasi, dan mengatur tingkah laku manusia.
  • Ketidak-samaan Sosial secara Struktural:  pembagian kelompok manusia dalam beberapa golongan atau strata sosial, yang kemudian mengarah kepada sebuah struktur.
  • Institusi Sosial, seperti keluarga, pendidikan, agama, ekonomi, lembaga politik, kesehatan dan pengobatan, media, dan olahraga. Institusi sosial adalah pihak yang dapat mengurus seseorang atau lebih akan kebutuhan dasarnya dalam masyarakat.
  • Perubahan Sosial : Adaptasi seorang individu terhadap lingkungan seosial serta perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya, serta bagaimana respon dari seorang individu atau masyarakat terhadap perubuahan itu, menjadi bahan perhatian dari kajian sosiologi

Perubahan sosial terjadi secara perlahan di dalam lingkungan masyarakat yang tradisional, tetapi akan berjalan dengan sangat cepat ketika masyarakat menjadi modern. Perubahan sosial dapat terjadi karena pengaruh inovasi budaya yang ada di dalam masyarakat tersebut, tekanan-tekanan populasi dan lingkungan, pengusaha-pengusaha di bidang sosial, dan perubahan-perubahan yang memang direncanakan.

 

Menerapkan Sosiologi

Pada era-era awal, para ahli mencoba menerapkan sosiologi untuk memecahkan masalah-masalah sosial membangun dunia yang lebih baik. Contohnya Karl Marx yang berfokus pada pengubahan sistem ketidaksamaan secara struktural dalam masyarakat industri (pertentangan kaum borjuis dan kaum buruh). Mills, di dalam bukunya, “The sociological imagination,” menantang sosiolog untuk mempelajari pertautan antara masalah-masalah personal (individual) dan isu-isu sosial serta untuk mengembangkan bentuk-bentuk sosial baru untuk mengurangi masalah-masalah individual tersebut.

            Pada tingkat makro, aplikasi dari sosiologi diterapkan dengan merancang program-program yang dapat mempengaruhi kebijakan sosial. Sedangkan pada tingkat mikro, program yang dikembangkan adalah yang dapat mempengaruhi individu dalam komunitas.

            Pengusaha bidang sosial memiliki peran untuk mengenali dan memecahkan masalah-masalah sosial dengan menjadi agen perubahan bagi masyarakat guna mengembangkan solusi yang menciptakan nilai-nilai sosial.

 

 

 

 

 

 

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s