Auguste Comte (1798-1857)

Tugas Mata Kuliah Teori Sosiologi

Departemen Kriminologi, FISIP UI

Oleh Manshur Zikri, 0906634870

____________________________________________________________________________

 

Auguste Comte (1798-1857)

Auguste Comte
Image via Wikipedia

Augusute Comte adalah orang yang pertama kali menggunakan istilah sosiologi dan orang yang pertama kali pula memberikan suatu pemikiran filsafat yang membantu perkembangan sosiologi. Auguste Comte dikenal sebagai ilmuwan yang memiliki sifat pemarah dan arogan, yang sering terlibat pertengkaran dengan guru-gurunya, termasuk Saint-Simon. Karena sifat kerasnya ini, Comte mengalami kegilaan terlebih dahulu sebelum akhirnya dianggap sebagai salah satu ahli ilmu sosial yang penting.

               Ilmuwan yang mempengaruhi pemikiran Comte antara lain adalah Hobbes, Kant, dan Saint-Simon. Paham-paham yang dikonsep oleh Comte bertolak kepada dasar-dasar pemikiran yang sudah terlebih dahulu dikonsep oleh ilmuwan-ilmuwan tersebut. Seperti misalnya, teori kapitalisme klasik yang digagas oleh Kant, berbicara tentang kebebasan individu yang pemikirannya dipengaruhi oleh pengalaman. Atau teori individualisasi oleh Saint-Simon yang mengatakan bahwa kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi individu-individu tersebut.

               Comte mempunyai keyakinan bahwa untuk bisa menemukan pemikiran yang baru, kita harus bisa keluar dari pemikiran-pemikiran sebelumnya. Dengan kata lain, kita harus objektif terhadap paham yang kita konsep tersebut. Oleh karena itu, Comte kemudian mengatakah bahwa tinggalkan filsafat dan lakukan penelitian empiris yang berdasarkan fakta dan kenyataan yang ada. Penelitian yang terjun langsung ke dalam masyarakat (empirical approach to society). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati struktur dan fungsi yang ada untuk memberikan ramalan atau prediksi di masa depan (observe structure and function to predict future events). Meskipun Comte menganggap sturuktur dan fungsi tidak stabil, tetapi dia berpendapat individualisme seseorang terhadap intervensi ke struktur dan fungsi tersebut tidak boleh berlebihan. Comte mengkritik keras paham individualisme pencerahan yang berusaha mendobrak teokrasi dan otokrasi (critical of enlightenment individualism).

               Pemikiran Comte juga dipengaruhi oleh Montesquieu, tentang pembagian kekuasaan dan hukum masyarakat (laws of society). Penggunaan metode ilmiah dan sains dalam ilmu sosial yang digagas oleh Comte dipengaruhi oleh Condorcet tentang suatu kemajuan melalui sains. Dalam hal ini, metode ilmiah yang dilakukan dalam sain (science) juga harus diterapkan dalam ilmu-ilmu sosial untuk memahami laws of society tersebut, dan untuk memberikan gambaran masa depan tentang kehidupan masyarakat serta mengarahakan masyarakat tersebut (apply science to directing society).

               Ciri dan karakter sosioolgi Comte adalah sosiologi pendidikan karena fokusnya adalah bagaimana mengubah sesuatu menjadi lebih baik. Konsep dan kontribusi Comte terhadap ilmu pengetahuan sosial ini antara lain adalah menciptakan istilah sosiologi dan menekankan “the social physics of society” (apa yang ada di dalam fisik itu yang bermaknda sosial). Comte juga menolak paham metaphysics dan theology. Dalam mencapai kemajuan masyarakat, ilmu pengetahuan harus dilibatkan. Comte juga berpegang teguh pada positivism, yaitu studi masyarakat dengan cara-cara yang sama dengan ilmu pengetahuan alam (natural law dan objective observation).

            Comte melihat satu hukum universal dalam semua ilmu pengetahuan yang kemudian ia sebut sebagai ‘hukum tiga fase’

 

Law of three stages (hukum tiga fase)

  • Theological             : Rule by religion
  • Metaphysical          :  Rule by mystic
  • Positive                  :  reason, observation, natural laws of society that can predict future events.

Ilmu yang dikaji oleh Comte terklasifikasi menjadi dua bagian, yaitu social static dan social dynamics.

  • social static adalah sebuah ilmu yang mempelajari hubungan timbale balik antara lembaga-lembaga kemasyarakatan
  • social dynamic adalah ilmu yang meneropong bagaimana lembaga-lembaga tersebut berkembang dan mengalami perkmebangan sepanjang masa.

Religion of humanity

  • agama menyumbang kea rah stabilitas sosial
  • kebutuhan untuk meninggalkan theocracy
  • positive religion : humanistic approach, yaitu agama yang dapat menyelesaikan permasalahan kemanusiaan dan mengangkat harkat dan martabat manusia
  •  the “new clergy” adalah sosiolog.

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s