Setan

Setan


by Tooftolenk Manshur Zikri on Wednesday, 08 September 2010 at 21:49


tulisan karya Manshur Zikri
Ah, di lembar-lembar berwarna cokelat itu saya membaca cerita tentang hierarki realitas
si penulis mengutipnya dari Rumi, si pujangga sufi yang sepi
ada juga kutipan cerita dari Dr. Seuss tentang sebuah desa kecil
dan Plato tentang alegori gua
Ah, saya ingat garis tipis di sisi lembaran itu ada bercak warna merah-merah,
dan kalau tidak salah ada gambar gigi lepas yang dijadikan tanda kutip
menegaskan, bahwa setan juga bisa curhat seperti kita
Ah, bukankah setan itu aku, kau juga, dia apalagi, dan mereka biangnya!?
Kita sesungguhnya setan yang terkutuk itu
Orang pintar yang sudah keliling dunia,
yang memberikan pencerahan kepada peradaban
itu setan, Kawan!
Karena orang-orang modern melihat realitas dengan segala sesuatu yang bisa diuji,
yang bisa diperhitungkan
yang bisa dipertanggungjawabkan
Hei, aku juga mendukung hal itu!
Segala sesuatu itu harus ada pertanggungjawabannya
yang abstrak bukan sekadar tertoreh begitu saja, kemudian kau bilang itu mahabenda.
kata orang-orang sekarang, simbol sudah mati!
Ya, kita setan!
mengagungkan logika, melupakan sesuatu yang berbeda
menjunjung tinggi kemajuan, tetapi melupakan sebuah kepercayaan
aku juga begitu, Kawan!
Kita setan!
Bisakah kau tebak, aku sekarang telanjang karena usai melakukan hubungan di ranjang?
Oh, jangan terkejut, Kawan, mengapa aku bisa berucap begitu lantang dan tak bernorma seperti ini.
Biasa saja lah, kau kan juga setan!
Aku juga bisa menebak sekarang, kau sedang berdiri di depan layar siarmu,
menyimak cerita-cerita vulgar yang manghanyutkan
orang-orang besar sudah tidak memperdulikan pesan Bapak Hamka.
kita kan calon orang-orang besar juga.
Kita setan!
Maju! Orang sekarang ini penuh dengan logika
dengan logika itu mereka bisa menciptakan dunia baru di balik layar
segala bentuk visualisasi dan pendengaran perusak perjanjian dengan Penguasa juga sudah merajalela
Kita menjadi setan massal, Kawan!
mereka itu, kau dan aku juga, sudah menganggap gila orang-orang yang percaya dengan hierarki realitas itu
bahkan, janin dalam kandungan pun bisa dikatakan gila
oleh orang-orang sekarang.
Kan begitu kata Pak Rumi
di lembar-lembar cokelat berdarah yang ada gigi taring itu, aku juga membacanya
kita setan.
Bahkan si penulis pun mengaku dirinya setan dengan mengatakan tulisannya sebagai curhat setan.
Benar yang aku utarakan, bukan? Kau, aku, dia, mereka, kita setan.
setan!!!!!!

Comment · Like · Share

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s