Semut hitam berjalan di sebelah kotak putih

Semut hitam berjalan di sebelah kotak putih

by Tooftolenk Manshur Zikri on Monday, 06 September 2010 at 14:38
puisi karya Manshur Zikri
Ya, saya bergetar ketika melihat foto itu, ukiran ke kanan ke kiri yang biasanya selalu dianggap sebagai sedekah paling mudah di dalam kitab-kitab
Tapi katanya terkadang ukiran itu juga bisa menipu. Seperti saya sekarang ini yang merasa tertipu dalam barisan tonggak yang bisa kita baca.
Benar juga kata si Jaka, orang yang cantik pasti memiliki anjing penjaga di Nusantara ini. Berbeda dengan orang-orang kulit putih yang jauh terlihat elegan di layar tv, namun sesungguhnya mereka berada di dalam dunia ketakutan dan lebih sampah dari orang tertindas.
Bukankah dari kemarin paman dan bibi kita memerintahkan untuk membolak-balik halaman arus balik?
Cerita saudara saya dari air terjun Niagara juga menegaskan kata itu. Ditambah lagi saya menyaksikan adegan yang paling saya suka di filem-filem orang Barat, ciuman dalam keadaan badan basah kuyup.
Ah, jeda sekitar sepuluh menit tadi, sekali lagi saya di bentak oleh mereka. Dan baru saja saya mendapat kabar bahwa memang bukan saatnya saya masih mengeluh di catatan sambil membuat senyum sedih dengan titik dua dan tanda kurung.
Satu-satunya kunci penyelesaian adalah saya harus segera berdiri dari tempat tidur yang pengap ini, karena sedari tadi semut-semut mulai menjalari kotak rokok saya.
Hoi, tebing yang ingin kau panjat masih menunggu, ayo kembali ke rencana semula!

Comment · Like · Share

    • Anteng Laras Palupi Kak, mau tanya.
      Bedanya puisi sama prosa apa ya?
      23 hours ago via Facebook Mobile · Like · 
    • Anteng Laras Palupi Inspiring😉
      23 hours ago via Facebook Mobile · Like · 
    • Tooftolenk Manshur Zikri 
      Pada dasarnya dalam sastra itu sesungguhnya cuma dikenal satu istilah, yaitu puisi. Akan tetapi, sesuai perkembangannya, ilmu sastra kemudian dibedakan menjadi dua, puisi (sajak) dan prosa. Nah, yang membedakan puisi dan prosa terletak padaisi dan kepadatannya.

      Kalau ingin yang abstrak, dengan rangkaian kata yang di”main-mainkan”, lalu padat isi, itu biasanya disebut sebagai puisi (sajak).
      Kalau isinya lebih kepada penjelasan panjang lebar dengan sedalga tetek bengeknya, cerewet (rewel), banyak tambahan-tambahan narasi di sana-sini, biasanya disebut prosa.

      Namun tidak menutup kemungkinan kedua-duanya disebut sebagai puisi, karena sesungguhnya puisi itu adalah sifat. Jadi ada porsa yang puitis, ada juga puisi yang prosais.

      Ingat, harus tahu dulu beda puisi dan sajak.!
      🙂

      23 hours ago · Like ·  1 person · 
    • Anteng Laras Palupi Nah loh.
      Itu apalagi bedanya kak?
      *maaf kak komen saya yang di atas bejibun, agak error*
      23 hours ago via Facebook Mobile · Like · 
    • Tooftolenk Manshur Zikri 
      Salah satu faktor penting dan utama yang membuat sebuah “permainan” kata itu menjadi puisi adalah bukan terletak pada bentuk fisik karyanya. Melainkan pembacanya sendiri yang melihatnya sebagai puisi. Oleh karena itu, ini penting dalam sebuah karya:

      PEMBUAT KARYA — PROSES — KARYA — PROSES — AUDIENS — INTERPRETASI/sudut pandang — HASIL

      23 hours ago · Like · 
    • Anteng Laras Palupi Oooh.
      Waaaah dapet ilmu banyak.
      Saya bener bener masih hijau. Masih banyak yang perlu saya pelajari.
      Makasih banyak kak🙂
      23 hours ago via Facebook Mobile · Like · 
    • Tooftolenk Manshur Zikri 
      puisi itu adalah sifat. Sama dengan ketika kita menyebutkan kata indah atau merasa sedih. Indah dan Sedih itu adalah sifat. Nah, wujud dari puisi itu (dengan kata lain) sama dengan indah dan sedih, atau marah, atau buruk, dsb. Puisi adalah sifat.

      sedangkan sajak adalah salah satu wujud fisik dari puisi itu. Sering kita salah persepsi bahwa apa yang sering kita lihat/baca di buku-buku, atau di manapun, kita menyebutnya dengan puisi. Sesungguhnya yang selama ini kita kenal dengan puisi itu adalah sajak.

      Puisi itu tidak terbatas, melainkan luas, seluas ilmu sastra itu sendiri. Ada filem yang puisi, lagu yang puisi, prosa (cerita) yang puisi, dan tentunya sajak yang puisi. Bahkan ada yang bilang, hidup yang puisi. Itu berarti sesuatu itu memiliki sifat puisi. Sama halnya dengan kita mengatakan wanita itu meiliki sesuatu yang indah dalam dirinya (memiliki sifat indah). Nah, puisi itu lebih kurang bermakna seperti itu.

      Lebih ringkasnya, sastra itu adalah puisi, puisi itu adalah sastra.

      23 hours ago · Like · 
    • Muhammad Faisal Cipek ending ny pling bagus kak .
      mantap !
      23 hours ago · Like · 
    • Jodi Afila Cinta Negara gw kasi nilai 8,5… haha
      21 hours ago · Like · 
    • Perdana Putri indah kak😀
      16 hours ago · Like · 

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s