daun di pohon air terjun

tulisan karya Manshur Zikri 
“Ah, yang benar saja?”
“Ya, tentu saja. Mana mungkin aku bohong? Bisa-bisa masalah itu bisa menjadi lebih besar.”
“Ya, tapi bisa saja kau salah mengerti dan salah mendengar, mungkin!”
“Tidak, aku yakin sekali itu. Coba kau bayangkan, dia terbang ke arah pohon air terjun kemudian mengambil beberapa daun di sana.”
“Ya, ya, ya, aku tahu itu. Semuanya juga tahu, kita yang telah membuatnya bisa seperti itu. Kau tahu, aku bahkan terkena teguran dari bibinya tadi malam gara-gara tidak mengangkat telepon yang berdering.”
“Ah, masa?”
“Ya. Tapi, mengapa tiba-tiba aku terpikirkan sesuatu, ya?”
“Apa?”
“Penari yang datang tadi malam tidak bisa dikatakan bagus.”
“Kurang anggun?”
“Begitulah…”
Suara gerombolan kerbau kemudian mengalihkan perhatian mereka berdua. Waktu untuk ke ladang sekarang.
by Tooftolenk Manshur Zikri on Sunday, 05 September 2010 at 21:39

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s