Anna Akhmatova (1889-1966)

Anna Akhamatova (1889-1966), diakses dari http://www.poetseers.org/

Anna Akhmatova adalah sebuah nama pena dari Anna Gorenko. Dia memiliki minat dengan puisi sejak usia dini, tetapi tidak mendapat dukungan dari Ayahnya sehingga dia menggunakan nama samaran.

Dia menikah dengan Nikolai Gumilev, seorang pujangga dan kritikus di tahun 1910. Pada tahun 1912 Gumilev pindah ke Abyssinia meninggalkan Anna. Selama itu, Anna menulis buku pertamanya “Evening”. Dengan bukunya itu, juga buku ke-2 nya “Rosary” (1914) Anna menjadi seorang pengarang yang sangat dihormati dan disegani, khususnya dalam panggung sastra di St Peterburg.


How many demands

poem by Anna Akhmatova

How many demands the beloved can make!
The woman discarded, none.
How glad I am that today the water
Under the colorless ice is motionless.

And I stand — Christ help me! —
On this shroud that is brittle and bright,
But save my letters
So that our descendants can decide,

So that you, courageous and wise,
Will be seen by them with greater clarity.
Perhaps we may leave some gaps
In your glorious biography?

Too sweet is earthly drink,
Too tight the nets of love.
Sometime let the children read
My name in their lesson book,
And on learning the sad story,
Let them smile shyly. . .
Since you’ve given me neither love nor peace
Grant me bitter glory.

1913
— translated by Judith Hemschemeyer

Puisi-puisi ciptaan Anna sangat memiliki kaitan dengan pergerakan Acmeisme (Genre Puisi yang berkembang di Russia). Dia mengagungkan kebajikan akan suatu kejelasan, kehatian-hatian yang teliti dari sebuah ayat. Hal ini agak berbeda dengan gaya simbolis sebelumnya yang lebih menekankan kepada gelombang konstruksi.

Dia bercerai dengan suaminya Gumilev di tahun 1918 dan menikah untuk yang kedua kainya. Gumilev dihukum mati oleh Bolsheviks di tahun 1921 dan meskpun sudah bercerai dengan Anna, melalui asosiasi yang sudah terjalin Anna Akhmatova terkena ‘getah’ karena gelar politik terlarang (akibat hubungan dengan suaminya) selama hidupnya. Salah satu dari karya terkenalnya adalah “Requie”. Karya ini ditulis sebagai bentuk penghormatan terhadap korban-korban kekejaman Stalin. Namun karya itu tidak dipublikasikan ke seluruh Uni Soviet hingga tahun1987.

Meskipun dilanda beban berat karena masalah perpolitikan yang dia hadapi dari dari penguasa, dia tetap meninggalkan kepopuleran yang dalam di masyarakat Russia. Melalui puisinya Anna Akhmatova merupakan pintu yang memiliki hubungan dengan pra Komunis masa lalu dan dia juga merupakan saksi personal akan politik dan budaya pada masa pergolakan di Russia.

Dia diberi penghargaan honorary doctorate oleh Oxford University di tahun 1965 dan juga diberi penghargaan Etna-Taormina prize tahun 1964.

Anna Akhmatova meninggal dunia di Lenningrad pada tahun 1966.[1]

“Anna Andrevna Akhmatova menggunakan puisi untuk memberikan suara kepada perjuangan dan kerinduan terdalam orang-orang Russia, bagi orang-orang yang dia tinggalkan, Anna tetap menjadi seorang pahlawan sastra terbesar. Dia belakangan menjadi simbol bagi Russia bahkan dunia, di mana  kekuatan seni adalah bertahan dan mengatasi teror akan peradaban kita.”

Judith Hemschemeyer, A Stranger to Heaven and Earth


[1] Sumber dari http://www.poetseers.org/


Author: Manshur Zikri

Penulis

7 thoughts on “Anna Akhmatova (1889-1966)”

    1. salah satu cara termudah dan terbaik dari menikmati puisi adalah jangan mencari artinya atau terjemahannya, tetapi dinikmati saja susunan kata dan bunyinya. Itu cara yang paling gampang.🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s