Menanti Jiwa Hijauku

puisi, karya : Tooftolenk Manshur Zikri

Di dalam hingar bingar ruang
suara wanita-wanita
beradu gelombang dengan para bujang
yang mana aku iri melihatnya
mereka masih memiliki jiwa muda
pertanggungjawaban hanya kepada masyarakat semata

Detik-detik sang profesor datang
dengan maksud menyajikan materi
menambah semangat jiwa-jiwa hijau
sementara di sini ada jiwa yang mulai resah
karena kesalahan dari pola pikir yang dangkal
Gelisah dalam menanti kepastian
apakah ini merupakan hukuman?
Aku masih ingin memupuk kehijauan
dari semangat jiwa muda

Dalam benak kepalaku yang kotor ini
tanggung jawab akan kegelisahan seorang muda
bahkan lebih besar daripada sekadar jiwa muda
Nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kegelisahan
bahkan lebih berat dari semangat kontribusi
kepada kumpulan manusia yang penuh tuntutan

Aku menanti satu kesempatan lagi
menanti jiwa hijauku
menjadi lurus lagi

4 November 2009

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s