Langkah yang salah

puisi, karya : Tooftolenk Manshur Zikri

Erat saat itu kupeluk
Kusandarkan kepala yang penuh keringat
di dadanya, dengan penuh rasa nikmat
kepalaku kotor dengan keringat gairah

Tidak aku perhitungkan kah posisiku,
saat itu?
Sementara dia hanya berkata, “Tenanglah!”

Sekarang kepalaku semakin berat
bukan karena kotoran ataupun keringat
tapi karena kelalaian terlaknat
karena tidak disengajakah?
atau karena memang begitu kata Ketentuan-kah?
atau karena memang yang sudah paling…
paling burukkah?
Tapi?

Terngiang lagi pelukan itu
terbayang selalu akibat dan dampak buruk itu
semakin besar saja akan ketakutan itu

Erat saat kupeluk
kepalaku kotor dengan keringat gairah

4 November 2009

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s