Di sana dan Di situ

Pun disaat indera cahaya mulai menyebabkan kernyitanku,
tersadarlah bahwa beberapa saat waktu yang baru,
badan ini mulai terduduk termangu.

Begitulah kata si lembut hati dengan merdu
karena merindukan sosok yang di sana dan di situ.

Kenapa ada kisah yang selalu haru?
Mengapa selalu saja ada pilihan disaat tertentu?
Bagaimana bisa terlanjur cinta di masa lalu?
Di mana air mata mengaliri sedan sedu?
Di sana kenangan indah mulai merayu
Di situ kekecewaan mulai menggerutu

Pun disaat pusat indera mulai mengerti dan tahu,
mencari di antara relung asap kelabu,
setiap jejak mulai di bawa terbang sang bayu.

Begitulah sebuah roman yang mendayu
selalu diceritakan apa adanya di sana dan di situ.

Manshur Zikri
07 Agustus ’06

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s