Tan Malaka: Dari Penjara ke Penjara

Tan Malaka memang hebat. Dengan membaca tulisannya, “Dari Penjara ke Penjara” jilid 1-3, saya jadi mengerti tentang sejarah pergerakan dan perjuangan revolusi di Asia. Saya jadi mengerti apa itu dialektika dan pertentangan kelas antara Kapitalis dengan Proletarian. Pantas saja Tan Malaka dikenal sebagai Bapak Republik.

Tan Malaka

Paman saya, Hafiz, seorang aktivis dari Komunitas Forum Lenteng Jakarta, mengatakan bahwa tokoh dunia yang dikenal sebagai idealis sejati dan tokoh revolusi yang paling diakui adalah Che Guevarra. Apabila Che Guevarra adalah tokoh revolusi nomor satu dunia, Tan Malaka disebut sebagai Che Guevarra-nya Asia. Memang oke deh Tan Malaka.

Seorang ahli sejarahwan dari Belanda, Dr. Harry A. Poeze mengatakan bahwa seharusnya Tan Malaka menjadi role model bagi para pemimpin di Indonesia. Dialah contoh yang baik bagi seorang jiwa pemimpin. Melakukan segala-galanya hanya untuk Republik dan rakyat Indonesia. Kecintaannya terhadap tanah air begitu mendalam, dan dia adalah orang yang pantang bekerja sama dengan para penjajah hingga akhir hayatnya, dan karenanya dia hidup dalam penjara. Dia menentang keras perundingan yang dilakukan para pemimpin perjuangan dengan Belanda ketika Indonesia telah memprokalmirkan dirinya. “Apakah mungkin kita mengajak berunding maling yang masuk ke rumah kita?” Dia adalah sosok yang mendukung kemerdekaan Indonesia 100%. Dia adalah tokoh pejuang sejati yang bahkan Ir. Soekarno dan Moh. Hatta pun mengakui kebesaran jiwanya.

Paman saya, Hafiz, mengatakan bahwa Tan Malaka dicintai bukan hanya di Indonesia, tetapi oleh rakyat se-Asia. Karena saat dia berkeliling dunia menghindari kejaran dari para intelijen dari dunia Barat (Penjajah dan Kapitalis), dia ikut berjuang di setiap daerah menuntut kemerdekaan dan hak para proletarian (masyarakat/buruh terhisap dan tertindas karena ulah para penjajah). Di setiap daerah yang dia datangi, Tan Malaka mengeluarkan jurnal, surat kabar, dan berbagai tulisan untuk mendukung perjuangan bangsa pribumi dengan menggunakan bahasa asli dari penduduk setempat. Tan Malaka menguasai Bahasa Belanda, Inggris, Jerman, Filipina, China, dan rata-rata bahasa Negara-negara di Asia dengan fasih. Dia adalah satu-satunya pemimpin dari Indonesia yang dipercaya oleh Organisasi Komunis Dunia Timur untuk menjadi Ketua Sksi Komintern di Asia Timur dan Selatan. Dia adalah Ketua Konferensi Buruh Angkutan se-Asia di Canton pada tahun 1924. Dial ah pendorong rakyat untuk kembali bergerilya melawan penjajah saat penjajah berusaha merebut kembali kemerdekaan Indonesia. Dia lah teman terbaik dari Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Para cendikiawan dan sejarahwan seperti Mohammad Yamin, Prof. Anhar Gonggong, Dr. Alfian (LIPI) dan lain-lain, mengakui Tan Malaka sebagai Bapak Republik Indonesia. Para pejuang dan pimpinan bangsa seperti Mr. Sartono (Ketua DPR tahun 1957), Jenderal Ali Sadikin Mantan Menteri Perhubungan Laut dan Mantan Gubernur DKI Jakarta, mengakui Tan Malaka telah memberi inspirasi kepada para pejuang kemerdekaan Indonesia. Dia lah pendiri sekolah rakyat pertama, yang juga menyusun kurikulumnya, dan digunakan sebgai standar kurikulum hingga masa sekarang. Jenderal AH. Nasution, tokoh militer Indonesia mengakui Tan Malaka sebagai ahli ilmu militer Indonesia. “Saya membaca semua tulisan saudara Tan Malaka dan saya tahu bahwa beliau adalah pecinta tanah air dan bangsa serta sosialis sepenuhnya,” Ujar Presiden Soekarno. Soekarno-Hatta menyadari apabila mereka berhalangan untuk mempimpin, maka yang akan memimpin revolusi dipercayakan kepada Tan Malaka.[1]

Ketika Bapak Menteri Sosial bertanya kepada Dr. Harry A. Poeze, “Mengapa anda tertarik dengan Tan Malaka?”

A. Poeze menjawab, “Pemerintah Belanda ingin mengetahui Tan Malaka ini secara mendalam karena dia adalah satu-satunya pemimpin Indonesia yang ditakuti, disegani, dan dihormati sekaligus dimusuhi oleh pemerintah Belanda sepanjang sejarah kolonial di Indonesia.”

Bapak Adnan Buyung Nasution memberikan pesan kepada para pemuda dan mahasiswa, baca lah buku “Dari Penjara ke Penjara” tiga jilid itu, karena itu adalah buku yang sangat-sangat bagus. Tulisan Tan Malaka bisa menjadi inspirasi kita untuk meneruskan perjuangan para pahlawan Indonesia. Merdeka 100%.[2]

Saya sangat mengagumi Tan Malaka. Kepada teman-teman, saya sangat menganjurkan untuk membaca “Dari Penjara ke Penjara” jilid 1-3, karena apa yang dikatakan oleh Bapak Adnan Buyung itu benar adanya.

🙂


[1] Currliculum Vitae Tan Malaka di buku “Dari Penjara ke Penjara” jilid 1.

[2] Kata-kata yang saya dengar ketika mengikuti seminar tentang Tan Malaka di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Author: Manshur Zikri

Penulis

20 thoughts on “Tan Malaka: Dari Penjara ke Penjara”

  1. Sang datuk yg memimpikan indonesia raya..beliau menolak keras tokoh2 jawa dan madura yg memilih merdeka sendiri tanpa mmikirkan kmerdekaan pulau yg lain..MERDEKA 100%

    Like

  2. Harry Pooze salah jika menyebutkan Tan Malaka adalah Che Guevarra-nya Indonesia, tapi Che Guaevarra-lah Tan Malaka-nya Amirika Latin…lihat konteks sejarah pergerakannya…!!!

    Like

      1. saya tida tahu apakah toko buku besar seperti gramedia masih menjual buku itu. Tapi saya sarankan untuk mendatangi toko-toko buku yang menjual duplikasi, terutama kalau di Depok, penjual buku di sekitar stasiun UI atau Pondok Cina banyak menjual buku Tan Malaka “Dari Penjara ke Penjara” jilid 1 – 3

        Like

    1. km datang aja ke Pustaka Kaji LKM UNJ Rawamangun, Jakarta Timur, bertemu dengan kawan Afif, Anto, Gozy atau Lutfi…jika ingin lebih dalam lagi km ingin mengenal sejarah dan pemikiran beliau, hubungi mas Setioko di Rawamangun…

      Like

  3. sebagai warga negara indonesia
    saya bangga punya motivator seperti TAN MALAKA….
    jiwa nasionalisme beliau patut menjadi contoh buat kita semua

    Like

  4. perlu ada seorang pemimpin bangsa yang bisa berjiwa ksatria seperti tan malaka agar negeri ini mengalami kejayaan seperti semula…………………tan malaka seorang pejuang membela kepentingan negeri dan rakyat miskin yang tertindas………………………..dari banyak karya-karya tulisan tan malaka banyak memberikan inspirasi dan motiva agar anak bangsa bisa berkarya untuk negerinya

    Like

    1. q ingat wkt brsama teman2 kuliah dulu,betapa indahx ktika qt brsama brjuang menolak kenaikan BBM demi rakyak kecil yg trtindas..sungguh jiwa TAN MALAKA telah menginspirasi pd hati qt..tetap menerusakan prjuangan beliau melawan kebijakan yg tdk pro rakyata…

      Like

  5. memang betul.,.,
    pada saat sekarang ini kita memang sedang mengalami krisis pemimpin2 yang berkualitas dan berjiwa layaknya seorang pemimpin.,.

    dari ulasan2 diatas saya dapat memahami perjuangan2 yg dilakukan para pendahulu kita.,.,
    tinggal kita sekarang yang akan menentukan bagaimana nasib dari bangsa ini.,.,

    Like

    1. klo buku-buku Tan Malaka lo datang saja ke LKM UNJ jak-tim…atau lo datang ke jl kecapi rawamangun, jak-tim bertemu dengan kawan setioko klo lo pengen ngerti apa dan bagaimana Tan Malaka lebih jauh dan dalam…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s