Kung Fu Panda: Film animasi, memiliki banyak nasehat

Jujur saja saya baru menyaksikan film  ini dua hari yang lalu. Dan bru beberapa jam yang lalu saya tonton untuk yang kedua kalinya.

Secara pribadi saya menilai film yang disutradarai oleh Mark Osborne dan John Stevenson sebagai film yang bagus. Cerita yang disajikan memang sederhana: keberuntungan Po, si Giant Panda, yang ditakdirkan menjadi The Dragon Warrior menurut ramalan Master Oogway. Akan tetapi yang membuat saya mempunyai pendapat bahwa film ini bagus adalah banyaknya unsur nasehat yang disajikan dalam beberapa dialog ataupun adegan. Selain itu, pembawaan Po yang tidak bisa diam dan terkesan lucu, membuat film ini menjadi tontonan hiburan bagi semua orang. Tetapi mungkin juga film ini belum bisa dikatakan pantas untuk ditonton oleh anak-anak (kuhususnya pada masa-masa aktif setelah masa balita) karena tampilan gambar yang begitu cepat dan tidak memberikan ruang imajinasi bagi anak-anak yang menontonnya. Dan lagipula saya juga berpendapat bahwa nasehat-nasehat yang terkandung dalam film ini bisa dicerna oleh remaja dan orang dewasa.

Film dimulai dengan cerita seorang pendekar kung fu yang hebat, berkelana menyelusuri seluruh daratan China untuk mencari lawan tanding yang seimbang, yang ternyata adalah mimpi Po sewaktu tidur. Dalam mimpi itu Po adalah sosok pendekar yang tak terkalahkan, sangat ditakuti dan juga dicintai. Bahkan 5 master kung fu terhebat di China, The Furious Five, tunduk kepadanya. Saat adegan akan melawan 1000 demon dari Demon Mountain, mimpi itu dipotong oleh suara yang membangunkan Po dari tidurnya. Kemudian Po terbangun karena terjatuh dari tempat tidurnya. Kemudian dengan keadaan masi setengah sadar, dia melihat langit-langit kamarnya yang penuh dengan poster dan minatur tokoh-tokoh kung fu. Disini bisa memberikan gambaran kepada penonton bahwa Po, si Panda, adalah seorang penggemar berat ilmu beladiri kung fu. Disini saya berimajinasi bahwa Po jatuh dari tempat tidur, yang  bisa memiliki arti bahwa dia begitu semangat sehingga tidak sadar sewaktu tidur tubuhnya bergerak memperagakan jurus-jurus kung fu (dalam keadaan tidur).

Penonton kembali diberikan informasi melalui adegan ketika Po mengalami kesulitan saat hendak bangun dari lantai. Perutnya yang besar menjadi kendala. Ini memilki pesan tersirat kepada penonton tentang kergian dari kegemukan.  Setelah bangun, Po menyapa 5 tokoh kung fu favorit nya (dalam bentuk minatur) dengan ekspresi yang membuat tetangganya tercengang—kegilaan dan kegemaran akan sesuatu terkadang bisa membuat seseorang terlihat benar-benar gila. Dan sewaktu Po dipanggil oleh suara dari bawah, dia segera turun dan bermaksud melempar shuriken ke dinding. Akan tetapi shuriken itu tidak tertancap meskipun Po melemparnya sampai dua kali. Disini kita mendapat informasi lagi bahwa Po bodoh dalam praktek ilmu kung fu—seorang yang biasa, yang bahkan tidak bisa ilmu kung fu, tergila-gila dengan kung fu.

Nasehat selanjutnya dapat kita temui saat ayah Po bertanya kepadanya apa yang sedang dimimpikannya saat tidur? Po dengan ragu-ragu, kemudian menjawab bahwa dia memimpikan Mi. Hal ini membuat ayahnya, yang merupakan seorang penjual mi, merasa bahagai. Ayah Po menganggap bahwa mimpi itu merupakan tanda bahwa Po telah siap menerima resep rahasia dari resep rahasia soup spesial milik ayahnya. Kita tahu bahwa Po berbohong. Mengapa dia berbohong? Mungkin sebagian orang mengira bahwa Po berusaha menyembunyikan mimpi konyolnya untuk menghilangkan rasa malu. Akan tetapi, saya memiliki pendapat tersendiri setelah menonton film ini secara keseluruhan. Hal itu akan saya jelaskan nanti.

Kemudian gambar bergerak ke sebuah pondok yang terletak di atas bukit/gunung, di sana seorang yang tua (saya tidak tahu orang tua itu termasuk jenis binatang apa, mungkin kukang atau apa, tetapi saya lebih nyaman melihatnya sebagai… kukang?! atau rubah?!) sedang memainkan seruling. Dari adegan seperti itu, saya langsung menduga bahwa pondok itu adalah tempat yang penuh dengan disiplin karena pembawaan Si Tua yang bermain seruling itu mengesankan sebuah pribadi yang keras namun tenang. Si tua tersebut kemudian diserang oleh beberapa binatang lainnya, tetapi dengan sigap dia dapat mengatasinya. Dan ternyata kita ketahui bahwa dia adalah seorang guru kung fu, dan lima orang yang menyerang tersebut (The Furious Five) adalah muridnya. Si tua itu bernama Master Shifu. Kemudian kita ketahui bahwa pondok di atas bukit itu adalah sebuah pondok perguruan ilmu bela diri kung fu.

Master Shifu dipanggil oleh Master Oogway, sejenis binatang kura-kura, dan mendengar ramalan bahwa Tai Lung (pendekar kung fu yang ditakuti dan jahat) akan bebas dari penjara. Master Shifu tidak percaya hal itu, kemudian dia memerintahkan Zeng, bebek si kurir penympai pesan, untuk memberitahukan Gom Chor Prison agar memperkuat pertahanan penjara dengan melipat-gandakan penjaga, senjata, dan sebagainya agar Tai Lung tidak bisa kabur. Ada nasehat yang tersirat di sini. Kita bisa mendengar dialog antara Master Shifu dengan Master Oogway:

Shifu: That’s impossible. He’s in prison.

Oogway: Nothing is impossible.

Jelas itu merupakan pesan kepada penonton bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Semuanya bisa saja terjadi.

Oogway: One often meets his destiny on the road he takes to avoid it.

Sebuah kalimat penegas lagi dari Master Oogway, namun disampaikan dengan kalimat pepatah, bahwa manusia tidak bisa melawan apa yang sudah tersirat. Bahkan sering orang-orang menemukan takdir mereka di jalan yang mereka pilih untuk menghidari takdir tersebut. Dalam adegan diperlihatkan kecemasan Master Shifu yang begitu kentara. Ketakutan yang berlebihan. Merupakan pesan kepada penonton bahwa terkadang ketakutan yang berlebihan itulah yang akan membawa malapetaka kepada diri kita. Hal itu bisa kita sadari ketika Zeng, yang diutus oleh Master Shifu, tiba di penjara untuk menyampaikan pesan kepada si penjaga, tetapi kedatangannya lah yang menyebabkan kebebasan bagi Tai Lung.

Ada hal yang menarik, yang menjadi salah satu adegan favorit saya, yaitu ketika Master Oogway berusaha meniup api dari sebatang lilin, api itu tidak mati- mati juga. Merupakan sebuah adegan yang memberikan penegasan bahwa Master Oogway adalah seorang yang tua, lebih tua daripada Master Shifu, atau mungkin juga bahwa dia adalah guru si Master Shifu, karena kita diperlihatkan bahwa bagaimana begitu hormatnya Master Shifu kepada Master Oogway. Kemampuan fisik nya, mungkin, sudah tidak sehebat yang dulu. Kenapa saya menganggap Maseter Shifu sudah tua? Hal itu karena pembawaan saya terhadap persepsi cerita-ceirta film kung fu, yang biasanya menyajikan cerita yang mana seorang guru kung fu adalah seorang yang tua (bukankah film yang bagus memberikan kepada penonton ruang imajinasi seluas-luasnya? :lol )

Melihat kecemasan Master Shifu, master Oogway kemudian berkata lagi:

Your mind is like this water, my friend. When it is agitated, it becomes difficult to see. But if you allow it to settle, the answer becomes clear.

Suatu pesan yang sudah sangat jelas kepada para penonton, yaitu dalam menghadapi masalah, kita harus menghadapinya dengan tenang dan harus berpikiran jernih untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan tersebut. Lagi-lagi penonton mendapat informasi bahwa Master Oogway adalah seorang tua yang sangat bijaksana.

Dalam adegan itu kita ketahui bahwa jawaban untuk mengatasi masalah kembalinya Tai Lung adalah The Dragon Scroll dan The Dragon Warrior. Kemudian adegan berganti. Adegan yang diputus itu memberikan ruang kepada kita untuk berimajinasi. Saya sendiri mengkhayalkan bahwa mungkin saja Master Shifu dan Master Oogway memutuskan siapa diantara mereka berdua yang akan membuka Dragon Scroll itu dengan jalan hom pim pah, :lol. Tetapi cerita tidak mungkin seperti itu. Karena imajinasi yang paling logis adalah Master Oogway dan Master Shifu memutuskan untuk mengadakan turnamen kung fu, demi mencari siapa yang berhak menjadi The Dragon Warrior.

Kegilaan Po terhadap kung fu kita lihat lagi pada saat selebaran pemberitahuan turnamen kung fu untuk pemilihan Dragon Warrior di tempel di warung mi. Segera saja dia langsung menyuruh pelanggan yang sedang menikmat mi untuk bergegas menuju arena turnamen, Jade Palace, untuk menyaksikan pertunjukan tersebut. Dia pun ikut bergegas untuk melihat, tetapi kemudian langkahnya dihentikan oleh suara ayahnya yang berkata,

Father: “Po! Where are you going?”

Po: “To The Jade Palace.”

Father: “But you’re forgetting your noodle cart. The whole valley will be there and you will sell noodle to all of them.

Po: “Selling noodles? But Dad. You know I was kind of thinking, maybe I…

Father: “Yeah?”

Po: “I was kind of thinking, maybe I…

Father: “Oho!?” (be very bright)

Po: “Could also sell the been buns. They’re… they’re about to go bad.”

Father: “That’s my boy! I told you that dream was a sign.”

Po: “Yeah.. lol I’m glad I had it.”

Dari dialog tersebut kita ketahui lagi bahwa Po berbohong. Sesungguhnya dia tidak ingin menjual mi yang sangat merepotkan, karena dia ingin menyaksikan pertujukan kung fu. Akan tetapi dia menerima perintah ayahnya, dan mengalihkan hak suara nya kepada usulan untuk menambahkan kue kacang dalam gerobak mi supaya dia bisa menjualnya kepada orang-orang di The Jade Palace. Sekali lagi pertanyaan, mengapa Po berbohong?

Adegan selanjutnya diperlihatkan kemeriahan di The Jade Palace. Anak-anak bersorak dan mengandaikan diri mereka adalah The Dragon Warrior. Disini saya menangkap bahwa semua warga mengagungkan The Jade Palace, mengetahui legenda Dragon Warrior, dan sangat menghormati ilmu bela diri kung fu. The Jade Palace terletak di puncak tangga yang sangat tinggi dan panjang lintasannya. Adegan selanjutnya yang sangat lucu adalah ekspresi keterkejutan Po melihat tangga yang begitu panjang. Saya bahkan tertawa lepas melihat ekspresi seperti itu. Namun Po tidak putus asa dan dia tetap bertekad mendaki tangga walaupun dengan membawa gerobak mi. Kemudian gambar matahari diperlihatkan (kamera mengarah ke langit). Hal ini menandakan waktu berjalan cukup lama. Kemudian adegan Po yang kelelahan membawa gerobak mendaki tangga. Dia tertidur dan yakin sedikit lagi akan sampai pintu gerbang. Akan tetapi dia berteriak “Oh, no!” ketika menyadari bahwa dirinya baru mendaki beberapa anak tangga. Adegan yang sangat lucu sekali. Namun bukan hanya lucunya yang perlu kita lihat, melainkan makna dari adegan tersebut. Saya menangkapnya sebagai suatu gambaran bahwa tujuan yang ingin kita capai tidak lah gampang. Masih panjang dan terjal jalan yang kita tempuh untuk meraih puncak kejayaan. Akan tetapi kita tidak boleh menyerah. Hal itu kemudian ditegaskan oleh Po yang kemudian memutuskan meninggalkan gerobaknya hanya untuk berlari menaiki tangga agar tidak terlambat melihat pertunjukan. Diwaktu tertentu, terkadang kita harus rela mengorbankan sesuatu.

Yang menjadi pertanyaan besar dan membuat film ini semakin menarik untuk saya tonton adalah ketika Master Oogway berkata kepada Master Shifu,

Master Oogway: Now know this old friend, whomever I choose will not only bring peace to the valley, but also to you.

Ciri khas film kung fu: selalu membuat penasaran para penontonnya. Dialog tersebut menjadi pemancing untuk mengajak penonton tetap bertahan di depan layar kaca.

Mungkin tulisan ini akan menjadi sangat panjang apabila saya menjelaskan (dalam pandangan saya sebagai seorang pemula dalam mengamati sebuah film) setiap adegan. Oleh karena itu saya akan berusaha memaparkan apa-apa saja yang mnajdikan film ini menjadi film yang baik dan bagus untuk di tonton.

Pertama, yang bisa kita tangkap adalah makna dari sebuah perjuangan demi menggapai sebuah tekad. Hal itu kita lihat dari usaha Po yang ingin menonton acara turnamen kung fu. Tangga yang begitu panjang menggambarkan betapa sulit jalan yang akan kita tempuh untuk mencapai puncak. Kemudian keseriusan dia berlatih kung fu untuk tidak mengecewakan semua orang yang berharap kepada The Dragon Warrior. Namun, semua itu harus selalu dilalui dengan senyuman, dan karenanya karakter Po dibuat oleh sang sutradara sebagai karakter yang kocak dan periang. tersenyumlah meskipun kita berada dalam masa-masa tertekan dan terseudutkan. Dan untuk meyakinkan hal itu, Po mau datang pagi-pagi untuk latihan, demi mebuktikan kepada Master Oogway dan Master Shifu bahwa dia bisa.

Kemudian ketakutan yang berlebihan. Sudah jelas bisa kita lihat dalam karakter Master Shifu yang terlalu takut apabila tahanan paling berbahaya lepas dari kurungan penjara. Namun, ketakutannya yang berlebihan itu lah yang menjadi awal masalah. Ingat, kita tidak boleh takut!

Kemudian nasihat bahwa kita harus menghormati orang tua. Po sengaja berbohong tak lain adalah untuk tidak mengecewakan orang tuanya. Apapun yang kita katakan dan lakukan, jangan sampai mengecewakan harapan orang tua. Memang kita memiliki tujuan sendiri dalam hidup, tetapi jangan sampai hal itu dapat membuat hati orang tua sedih. Kita senagnkan hati orang tua, namun di lain pihak kita tetap mnggapai cita-cita di jalan kita sendiri dan buktikan kepada orang uta bahwa kita mampu. Hal ini mengingatkan saya pada sebuah sinetron tentang mimpi seorang ibunda pergi naik haji, dan dia selalu mengeluhkan itu kepada anaknya yang hanya seorang penjual bubur ayam. Si anak selalu berkata, “InsyaAllah, Bu!” demi membahagiakan hati orang utanya. Di lain pihak, si anak terus berusaha bekerja, menabung, dengna harapan uangnya cukup untuk memberangkatkan ibunya ke Mekkah.

Kemudian, kita jangan terbuai oleh mimpi. Perlakuan Master Shifu kepada Tai Lung dengan memberikan mimpi terlalu berlebihan membuat masalah jadi runyam. Ingat kepada kalian yang berprofesi sebagai pembimbing: memberi mimpi untuk penyemangat kepada seseorang alaha baik, tetapi tidak berlebihan. Dan disini kita juga diberi pesan bahwa kita tidak boleh melakukan segalah karena mengharapkan imbalan. Tai Lung hanya menginginkan The Dragon Scroll. Berebeda dengan Po yang melakukannya karena dia menyenanginya.

Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Kita harus tahu celahnya. Master Shifu yang merasa kehabisan akal, akhirnya mendapatkan cara untuk melatih Po. Satu lagi nasehat untuk kita. Yang penting adalah kita harus berusaha bagaimanapun caranya untuk menyelesaikan masalah dengan baik.

Pesan yang paling penting adalah “percaya”. Inti dari film ini adalah usaha dan percaya. Resep rahasia dari ayah Po adalah bahwa dia yakin kalau sup buatannya adalah spesial. Dragon Scroll isinya kosong, hanya berupa kain mengkilat yang bisa memantulkan bayangan seperti cermin. Menegaskan bahwa Po harus percaya bahwa dirinya adalah Dragon Warrior. Mster Oogway juga menegaskan bahwa dia harus percaya bahwa Po, seekor panda gemuk tak berguna, adalah seorang Dragon Warrior. Kita harus percaya terlebih dahulu bahwa kita bisa melakukan sesuatu yang baik, sebelum kita memulai sesuatu itu.

Ada banyak nasehat dari film ini. Uraian di atas hanyalah beberapa yang saya ingat. Mungkin pembaca memiliki penangkapan makna tersendiri tentang film Kung Fu Panda ini. Akan tetapi saya yakin, bahwa film ini adalah film yang baik, dan nasehat yang diberikan oleh sutrada adalah nasehat yang baik.🙂

Dialog yang paling saya suka dari Master Oogway:

There are no accidents

If you are willing to guide it, to nurture it, to believe in it

You just need to believe

Quit. Don’t quit. Noodles. Don’t noodles. You are too concern with what was and what will be. There’s a saying. Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That is why it is called the “present”.

Secara pribadi, film ini begitu menyentuh hati saya.🙂

Author: Manshur Zikri

Penulis

5 thoughts on “Kung Fu Panda: Film animasi, memiliki banyak nasehat”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s