Keluh kesah terakhir

Puisi, karya: Manshur Zikri


Simaklah…!

Si pengaku berpuisi di atas tikar bergambar

di hadapan instrumen ibadat,

mengingat-ingat masa lalu.

Sekarang lihat, ke langit!

Makhluk bersayap membelai langit.

Berderai air mata pun percuma,

karena raga sudah tak akan dilirik

Sang Awan Gemawan.

Dahulu tawa meledak-ledak,

sesaat kemudian ratap lemah terucap

ketika terasa segala akibat.

Namun berbalik pandang,

senyum naif terjanjikan di wajah

Jalan yang panas dan busuk,

hanya itu yang ada,

menuju kawah keabadian

Advertisements

Author: Manshur Zikri

Penulis

4 thoughts on “Keluh kesah terakhir”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s