MEDIA [Part 1]

Pendahuluan

Media, gambar diakses dari http://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Digital_media_centers
Media, gambar diakses dari http://commons.wikimedia.org/wiki/Category: Digital_media_centers

Kali ini saya akan mencoba menulis tentang perkembangan media. Materi yang saya dapatkan tentang media ini adalah materi yang didapat saat saya mengikuti kuliah di sebuah forum diskusi yang bernama Forum Lenteng, yang terletak di Jalan Lenteng Agung Raya (tapi saya lupa nomor berapa). Sebenarnya tidak bisa saya katakan apakah saya bisa menuliskan materi tentang media dengan baik atau tidak, karena saya hanya merangkum dan menulis kembali apa yang saya catat di buku coretan saya saja, jadi jangan terlalu dipermasalahkan tentang tulisannya. Akan tetapi saya akan berusaha sebisa mungkin mencantumkan referensi tentang materi yang saya dapat (kemungkinan besar semuanya berasal dari wikipedia atau blog orang lain). Dalam forum lenteng, materi yang diberikan sudah berdasarkan riset, dan referensi yang saya sebutkan nantinya di tulisan di bawah adalah hanya sebagai informasi pelengkap saja (sementara dalam diskusi forum lenteng, sang fasilitator hanya berkata, “Untuk pengetahuan lebih lanjut, kamu bisa cari informasi di internet atau baca buku!”). Karena dalam diskusi waktu itu, kuliah hanya terfokus dengan sejarah perkembangan dan pemahaman fungsi media saja, tidak terlalu membahas lebih lanjut istilah-istilah yang ada (yang akan saya beri referensinya).

Bagi para pengamat yang membaca tulisan ini, saya harap dapat memberikan kritikan dan sarannya di kolom komentar, agar supaya untuk kedepannya dalam blog ini dapat disajikan tulisan yang lebih baik dan lebih berkualitas dari yang sebelumnya.

Isi

contoh hasil dari woodcut, akses dari http://www.meridian.net.au/Art/Artists/MCEscher/Gallery/
contoh hasil dari woodcut, http://www.meridian.net.au/Art/Artists/MCEscher/, lihat gallery

Dalam sejarah perkembangan media, pada abad ke-2, Cina menemukan teknik cetak [menurut wikipedia Indonesia, percetakan adalah sebuah proses industri untuk pemproduksikan massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. Dia merupakan sebuah bagian penting dalam penerbitan dan percetakan transaksi]. Contoh teknik cetak ini adalah teknik woodcut. Kemudian selanjutnya seorang berkebangsaan Jerman, Johannes Gutenberg, menemukan sebuah mesin cetak, yang selanjutnya dinamakan mesin gutenberg. Dari sini lah perkembangan penggunaan teknologi, sebagai media yang digunakan oleh pembuat atau seniman dalam menyampaikan pesan kepada pemirsa atau penikmat, dimulai.

Camera_obscura_box, http://www.dtonline.org/vle/mod/glossary/view.php?id=21&mode=cat
Camera_obscura_box, http://www.dtonline.org/vle/mod/glossary/view. php?id=21&mode=cat

Pada abad ke-9, dimulailah perkembangan teknologi fotografi. Hal ini ditandai dengan ditemukannya kamera obscura. Dalam wikipedia dikatakan: The camera obscura (Latin for “dark room”; “darkened chamber”) is an optical device that projects an image of its surroundings on a screen. Kamera obscura, yang dalam bahasa latin memiliki arti ruang/kamar gelap, adalah sebuah alat optik yang menampilkan sebuah gambar yang ada disekitarnya pada sebuah layar. Dalam diskusi di forum lenteng kemarin, kami menyebut kamera obscura dengan istilah lubang jarum. Kamera ini ditemukan oleh seorang ahli bernama Ibn Al-Haytam (Alhazen). Selanjutnya pada akhir abad ke-9, kamera disempurnakan oleh seorang Itali yang bernama Della Porta, yang mana kameranya ini banyak digunakan oleh para seniman pada masa renaisans, seperti Leonardo Da Vinci, Michel Angelo, dan Ian Vermeer.

George Eastman
Louis Le Prince, inventor of motion picture film

Pada tahun 1880, George Eastman, mempublikasikan Kodak, merk pertama (kamera), yang menggunakan teknik seluloid. Dalam wikipedia juga dkatakan bahwa George dianggap berjasa dalam penyebaran fotografi di dunia. Dia juga menemukan “film gulung”, yang kamudian menjadi dasar dari penemuan film bergerak yang digunakan oleh pembuat film awal Thomas Alva Edison, Lumière bersaudara dan Georges Méliès. Teknik seluloid yang ditemukan oleh George Eastman memberikan perubahan besar kepada seni lukis, yaitu munculnya paham dan gerakan impressionisme: suatu pergerakan seni lukis yang bermula di Perancis, yang mana saat itu para seniman sangat memperhitungkan pengalaman visual dan efek cahaya, bisa diistilahkan pada saat itu para seniman keluar dari studio dalam membuat karyanya. Pada zaman impressionisme, para seniman lebih memilih keluar studio, mengambil gambar untuk mengetahui proses cahaya. Karena keluar studio, karya-karya mereka lebih banyak menekankan kehidupan sosial (berbeda dengan karya-karya sebelumnya yang hanya berupa potret diri, gambar wajah yang sangat detail, ruangan, objek-objek tertentu). Kemudian pada perkembangan selanjutnya ditemukan kamera merekam gambar bererak, masih berupa seluloid, yang dapat menangkap objek yang bergerak “real time”

Pada tahun 1888, Louis Le Prince merancang kamera film pertama. Dia, oleh para sejarawan film, dianggap sebagai ayah sejati film, yang menembak gambar bergerak pertama di atas kertas film menggunakan satu lensa kameran [informasi dari wikipedia]. Kemudia pada tanggal 14 Oktober 1888, dirilis sebuah film pendek berjudul Roundhey Garden Scene di Inggris. Film ini dianggap sebagai film eksperimental yang pertama.

George Melies membuat sebuah film berjudul “A Trip To The Moon” (dalam bahasa Perancis adalah Le Voyage dans la lune ). Menurut wikipedia juga, dikatakan bahwa film ini adalah film tahun 1902, fiksi ilmiah, hitam putih, tidak bersuara. Namun ada juga beberapa artikel yang menyebutkan bahwa film ini dibuat oleh Melies pada tahun 1881 (saya tidak tahu apakah artikel ini benar atau tidak).

Kemudian film pendek ini menginspirasi video klip band “Smash Pumpkins

Pada tahun 1893, Thomas Edison, menemukan kamera yang lebih praktis: Kinetograf dan Kinetoskop. Dalam sejarah, Edison tidak pernah mematenkan karyanya ini sehingga karyanya tersebut menyebar dan semakin berkembang, salah satunya dikembangkan oleh Robert W. Paul, dari UK,yaitu pada tahun 1895, Robert mempresentasikan sebuah dokumenter dengan sebuah proyektor di “Earls Court Exhibition Center”.

Perancis: sinematograf (kamera portable) ditemukan pertama kali oleh Auguste dan Louis Lumiére, yang mana kamera ini memiliki kemampuan untuk mencetak, kamera, dan proyektor sekaligus (3 in 1). Mereka melakukan pemutaran publik di “Salon Indien du grand Café“, Paris pada tanggal 28 Desember 1895, yaitu berupa 10 film pendek yang kemudian dianggap sebagai film dokumenter pertama.

Berlin: Max dan emil Skaldanowsky (1-13 November 1895) memproyeksikan gambar-gambar kepada publik tetapi lebih dikonsentrasikan. Artinya masyarakat dikumpulkan dalam suatu ruangan: duplex tanpa kedip, yang kemudian menjadi pelopor bioskop pertama.

Bersambung ke MEDIA [Part 2]

Author: Manshur Zikri

Penulis

10 thoughts on “MEDIA [Part 1]”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s