Righteous Kill

Judul film : Righteous Kill

Sutradara : Jon Avnet

Pemeran :

  1. Robert De Niro
  2. Al Pacino
  3. 50 Cent
  4. Carla Gugino
  5. Donnie Wahlberg
  6. John Leguizamo

Isi Cerita :
Film dimulai saat Detektip Thomas “Turk” Cowan, yang diperankan oleh De Niro, membuat pengakuan di depan kamera mengenai pembunuhan berantai empat belas orang.

Turk dan temannya David “Rooster” Fisk, yang diperankan oleh Al Pacino, bekerja menangani kasus tentang Club penyalur obat-obatan terlarang yang dimiliki oleh Spider, diperankan oleh 50 Cent. Rencana disusun untuk menangkap Spider. Seorang pengacara wanita yang kecanduan obat bekerja sama dengan para detektip dan bersandiwara untuk menjebak Spider dengan berpura-pura membeli obat. Namun, pada saat penyergapan, rencana yang telah disusun gagal total karena Spider sudah mengetahui bahwa dia sedang diincar oleh polisi. Dan pada saat penyergapan itu, pengacara wanita yang menjadi umpan tertembak dan menderita luka parah.

Karena kegagalan kasus tersebut, Turk dan Rooster diperintahkan untuk menjalani terapi. Dokter yang menangani mereka meberi sebuah buku kecil kepada masing-masing Turk dan Rooster agar mereka bias menulis apa saja yang mereka rasakan di buku itu.

Di pengadilan, perlaku pmerkosa yang berhasil ditangkap oleh Turk secara membingungkan dibebaskan dari tuduhan. Hal ini membuat Turk marah dan mengancam si pelaku perkosaan tersebut. Beberapa hari kemudian si pelaku perkosaan tersebut di temukan mati tertembak, dan pembunuhnya meninggalkan secari kertas berisi puisi yang di duga para detektip sebagai klu.

Kasus tersebut tidak hanya diselidiki oleh Turk dan Rooster, tetapi juga diselidiki oleh Detektip Perez, yang diperankan oleh Leguizamo, dan Riley, yang diperankan oleh Wahlberg. Ada ketegangan antar Turk dan Perez yang disebabkan oleh hubungan asmara Turk dengan mantan kekasih Perz, Detektip Karen Corelli, yang diperankan oleh Carla Gugino.

Setelah melakukan penyelidikan panjang, Rooster berkesimpulan bahwa kemungkinan besar pelaku pembunuhan berantai tersebut adalah seorang polisi. Hal itu dikarenakan tidak adanya perlawanan dari si korban pembunuhan. Dua Detektip Perez dan Riley setuju dengan gagasan tersebut, sementara Turk masih bingung. Turk dan Rooster mencoba menginterogasi Charles Randall, pelaku pembunuhan yang kasusnya hamper sama dengan kasus yang sedang mereka tangani. Akan tetapi hal itu tidak membuahkan hasil. Detektip Corelli merasakan ada hal yang janggal dengan tertangkapnya Charles Randall pada kasus pembunuhan sebelumnya, kemudian dia mencoba mengkonfirmasikannya dengan Perez. Saat itu Perez dan Riley telah menaruh kecurigaan kepada Turk. Mereka berdua mencoba untuk menyelidikinya, tetapi Turk memiliki alibi yang kuat. Dan di lain pihak, secara diam-diam Rooster ikut bekerja sama dengan Perez dan Riley untuk mulai mencurigai dan menyelidiki Turk.

Di suatu malam, Turk dan Rooster berbincang-bincang di sebuah bar. Di sana mereka melihat seorang anggota gangster Russia, Mugalat, berbicara dengan kelompoknya. Dan beberapa hari kemudian, Mugalat ditembak oleh seseorang (diduga kuat adalah pelaku yang sama dengan pelaku pembunuhan berantai), dan pelaku tersebut juga meninggalkan secarik kertas berisi puisi. Mugalat tidak mati, tapi sekarat di rumah sakit.

Pada suatu malam, Corelli diserang oleh seseorang dan dia diperkosa. Tapi saat dia telah sadar dan pelaku itu sudah tidak ada, Corelli mulai yakin dengan sesorang yang dicuriagainya sebagai pelaku pembunuhan. Akhirnya, keesokan harinya Corelli pergi ke rumah sakit tempat Mugalat di rawat, dan memastikan kecurigaannya. Ternyata Mugalat mengenal orang yang ada di foto yang diperlihatkan oleh Corelli, dan dia yakin orang itu adalah pelaku pembunuhan dan orang yang menembak dirinya.

Spider akhirnya bebas. Suatu hari dia meminta Turk menemuinya untuk memberikan informasi mengenai senjata yang digunakan oleh sang pembunuh berantai. Sebenarnya hal itu adalah scenario yang dibuat oleh Perez dan Riley untuk menjebak Turk secara diam-diam.

Saat pertemuan berlangsung di rumah Spider, Perez, Riley, dan Rooster mengawasi Turk dan Spider melalui kamera tersembunyi. Namun rencana tersebut gagal karena ternyata Turk mengetahui rencana Perez dan Riley. Hal tersebut membat Perez dan Riley malu dan pergi dari rumah Spider. Sementra Turk melepas lelah di sebuah kursi, Spider pergi ke ruangan lain untuk menerima telepon. Rooster juga meninggalkan ruangan dan dengan sengaja dia juga meninggalkan catatan kecil yang diberikan dokter terapi. Secara diam-diam, Turk membaca catatan itu. Saat itulah semuanya terkuak. Dalam catatan itu terdaat puisi-puisi yang serupa dengan pelaku pembunuhan. Rooster adalah pelaku pembunuhan berantai tersebut. Sementara itu, ternyata Rooster secara diam-diam menembak Spider sampai mati.

Kemudian Rooster juga mengarahkan senjatanya kepada Turk. Dia menyuruh Turk untuk membaca isi catatan kecil tersebut didpean sebuah kamera. Turk disuruh mengaku sebagai pelaku. Setelah selesai, Rooster mengatakan bahwa alasannya membunuh adalah karena merasa muak dan kehilangan kesabaran dengan metode penyelidikan yang direncanakan oleh Turk. Kemudian Rooster melarikan diri.

Saat itulah Corelli tiba dan bermaksud membunuh Rooster untuk membalas dendam. Tapi Rooster telah berhasil kabur.

Turk mengejar Rooster. Saat Rooster tersudut dan tidak bisa kabur lagi, dia mengarahkan pistolnya dan menembak Turk. Beruntung Turk berhasil mengelak dari peluru, melainkan tembakan Turk lah yang berhasil merobohkan Rooster. Dalam keadaan bersimbah dara itu, Rooster mendeklamasikan puisi tentang kejujuran membunuhnya.

Turk berniat memanggil ambulans dan melaporkan kepada polisi bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan. Tapi Rooster melarangnya. Sesaat kemudian Rooster mati.

Di akhir cerita, Turk membeberkan semua kebenaran di depan juri yang berwenang manangani kasus bahwa pelakunya adalah Rooster dengan bukti-bukti yang ada. Akhirnya kasus pun ditutup.

Kaitan Cerita dengan Kriminologi :

Film tersebut secara jelas mengatakan kepada kita bahwa tindakan kriminalitas bisa dilakukan oleh siapa saja. Karena pada dasarnya kejahatan bukan dilakukan hanya dengan niat, tapi juga ada kesempatan.

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s