Bartimaeus Trilogi : Amulet Samarkand

Judul Buku : The Bartimaeus Trilogy: The Amulet of Samarkand

Pengarang : Jonathan Stroud

Penerjemah : Poppy Damayanti Chusfani

Terbit : Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit : November 2007, cetakan keempat

Tebal buku : 512 hlm

ISBN-13 : 978-979-22-2641-6

Jenis buku : Fiksi

Jonathan Stroud telah menulis sejak masih muda. Ia lahir di Bedford, Inggris tahun 1970. Dia menamatkan pendidikannya di Universitas York, jurusan Kesusasteraan Inggris, dan bekerja sebagai editor di perusahaan Walker Books. Pada tahun 1999, dia menerbitkan novel pertamanya untuk anak-anak, Buried Fire.

Ciri khas dari seorang Jonathan Stroud dalam menulis cerita sangat terlihat dalam novel Bartimaeus Trilogi ini. Dalam penyajian ceritanya, Jonathan Stroud selalu menyelipkan humor-humor yang penuh dengan kritik yang pedas. Berbeda dengan novel-novel fantasi yang lain, Bartimaeus Trilogi menyajikan sebuah cerita tentang para penyihir yang dikemas dengan suasana politk dalam pemerintahan. Selain itu, dalam novel ini, sihir yang dilakukan oleh penyihir sebenarnya terlaksana dengan bantuan semakhluk demon, atau yang kita kenal dengan sebutan jin. Buku ini juga bisa dikatakan sangat unik karena dalam novel ini disajikan cerita yang dilihat dari berbagai sudut pandang tokoh. Dalam buku Bartimaeus Trilogi: Amulet Samarkand, meskipun tokoh sentral dalam cerita ini adalah sosok jin yang angkuh, Bartimaeus, tetapi kita juga bisa melihat cerita dari sudut pandang Nathaniel, master jin tersebut. Cerita Bartimaeus Trilogi ini bertema tentang polemik dan permasalahan yang ada di pemerintahan Inggris, yang mana saat itu seluruh jajaran yang menjabat di Istana Inggris adalah para penyihir.

Saat membaca buku ini, kesan yang akan dirasakan adalah adanya suasana baru terhadap cerita-cerita fiksi mengenai ilmu sihir dalam kehidupan feudal Inggris. Dimana saat itu semua orang haus akan tahta dan kekuasaan. Selain itu, humor-humor yang mengandung kritik dalam setiap percakapan Bartimaeus dalam cerita ini juga memberikan warna tersendiri dalam menikmati buku karya Jonathan Stroud.

Cerita Bartimaeus Trilogi: Amulet Samarkand ini bermula saat seorang anak kecil yang memiliki bakat sihir, Nathaniel, harus belajar dibawah bimbingan seorang menteri muda, penyihir menengah yang bernama Mr. Underwood sebagai masternya. Setelah akil baligh, nama Nathaniel harus disembunyikan dan diganti dengan nama John Mandrake. Hal tersebut dilakukan karena seorang penyihir harus menyembunyikan namanya agar terlindung dari niat jahat penyihir lain. Seorang penyihir ataupun jin budak (demon) bisa menguasai penyihir lain dengan (jin bisa menguasai master yang meperbudakinya) dengan mengetahui nama penyihir tersebut.

Suatu hari, John Mandrake (Nathaniel) yang saat itu masih anak-anak dipermalukan oleh seorang menteri yang bernama Simon Lovelace. Sejak saat itu, John memutuskan untuk balas dendanm. Diluar dugaan, tanpa sepengetahuan masternya, John telah menguasai ilmu-ilmu sihir tingkat tinggi. Dia memanggil sesosok Demon berumur 5000 tahun, Bartimaeus. Namun saat itu, karena kesalahan yang dilakukan oleh John, Bartimaeus mengetahui nama asli John. Oleh karenanya kontrol John terhadap Bartimaeus berkurang. Namun dengan kecerdikannya, John berhasil mengendalikan kembali Bartimaeus.

Bartimaeus adalah Jin dengan kekuatan yang bisa dikatakan cukup hebat dan kuat. Dan dia merasa sangat terhina saat dia diperintahkan oleh John untuk mencuri sebuah kalung (Amulet Samarkand) milik Simon Lovelace, hanya karena untuk membalas dendam. Tapi John berjanji akan melepaskan Bartimaeus jika dia berhasil mencuri kalung tersebut. Dengan perasaan jengkel, Bartimaeus menjalankan tugasnya. Ternyata tindakan dari John yang mencuri kalung itu menjadi awal dari permasalahan-permasalahan besar lainnya. Tanpda disadari, John dan Bartimaeus terjebak di tengah-tengah permasalahan politik kotor, mata-mata, persengkongkolan, dan fitnah yang ada di pemerintahan. Permasalahan demi permasalahan membawa John dan Bartimaeus pada kenyataan bahwa kekuasaan Istana Inggris sedang terancam. Diam-diam ternyata Simon Lovelace akan mengadakan pemberontakan terhadap Perdana Mentri. John berusaha menggagalkan niat dari Simon Lovelace itu. Dan pada klimaksnya, John dan Bartimaeus berhasil mengalahkan Lovelace dan menyelamatkan sebagian cabinet pemerintahan dan juga Perdana Menteri. Karena jasanya itu, John Mandrake diangkat menjadi menteri termuda. Sesuai janjinya, John membebaskan Bartimaeus setelah semua masalah selesai.

Buku ini memilik keunggulan pada penyampaian ceritanya yang disajikan dalam dialog-dialog yang ringan yang disertai humor namun sarat makna dan kritik. Hal tersebut terlihat jelas dalam bab-bab yang menceritakan sudut pandag tokoh sentral, Jin Bartimaeus. Sindiran-sindiran pedas dan ungkapan-ungkapan lucu tersebut disajikan dalam bentuk catatan kaki. Dengan demikian, pengarang memberikan ruang kepada pembaca untuk memperluas imajinasinya. Namun kelemahan buku (khususnya yang terdapat dalam buku Bartimaeus Trilogi: Amulet Samarkand) ini adalah suasana cerita yang berfokus kepada kehidupan pemerintahan yang monoton, permasalahan-permasalahan politik dan perebutan kekuasan. Sementara kehidupan masyarakat umunya dan manusia-manusia non-penyihir yang disebut sebagai commoner sangatlah sedikit. Selain itu, mental Nathaniel yang sebenarnya adalah mental keong, yang sengaja disembunyikannya, sangat terasa jelas sehingga dapat memicu rasa kesal pembaca terhadap tokoh Nathaniel (John Mandrake) yang seharusnya bisa menjadi tokoh sentral selain Bartimaeus. Dan saat membaca buku ini, sangat akan terasa perbedaan asyiknya membaca antara bab-bab sudut pandang Bartimaeus dengan bab-bab sudut pandang Nathaniel. Tapi kelemahan itu bisa ditutupi dengan penyajian bahasa yang sangat mudah untuk dipahami oleh pembaca. Dialog-dialog dalam novel ini tidak terkesan bebelit-belit dan didramatisir.

Saat saya membaca buku ini, saya tidak ada menemukan kesalahan cetak pada kata-kata, dialog, halaman, ataupun catatan kaki. Bisa dikatakan penyajian novel oleh penerbit sudah sempurna. Selain cover buku yang menarik, jenis tulisan yang jelas melengkapi keunggulan buku ini. Buku ini sangat cocok untuk remaja ataupun orang dewasa karena tema ceritanya yang sangat menarik dan banyak hal yang bisa dipetik dari cerita tersebut.

Advertisements

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s